Thursday, April 28, 2005

Pintu-Pintu Masuknya Syetan

Rating:
Category:Other
Oleh Dr.H. Achmad Satori


Hati manusia bagaikan benteng sedangkan syetan adalah musuh yang senantiasa mengintai untuk menguasai benteng tersebut. Kita tidak bisa menjaga benteng kalau tidak melindungi atau menjaga/menutup pintu-pintu masuknya syetan ke dalam hati. Kalau kita ingin memiliki kemampuan untuk menjaga pintu agar tidak diserbu syetan, kita harus mengetahui pintu-pintu mana saja yang dijadikan syetan sebagai jalan untuk menguasai benteng tsb. Melindungi hati dari gangguan syetan adalah wajib oleh karena itu mengetahui pintu masuknya syetan itu merupakan syarat untuk melindungi hati kita maka kita diwajibkan untuk mengetahui pintu-pintu mana saja yang dijadikan jalan untuk menguasi hati manusia.

Pintu tempat masuknya syetan adalah semua sifat kemanusiaan manusia yang tidak baik. Berarti pintu yang akan dimasuki syetan sebenrnya sangat banyak, Namun kita akan membahas pintu-pintu utama yang dijadikan prioritas oleh syetan untuk masuk menguasai manusia. Di antara pintu-pintu besar yang akan dimasuki syetan itu adalah:

1. Marah

Marah adalah kalahnya tentara akal oleh tentara syetan. Bila manusia marah maka syetan bisa mempermainkannya seperti anak-anak mempermainkan kelereng atau bola. Orang marah adalah orang yang sangat lemah di hadapan syetan.

2. Hasad

Manusia bila hasud dan tamak menginginkan sesuatu dari orang lain maka ia akan menjadi buta. Rasulullah bersabda: ”Cintamu terhadap sesuatu bisa menjadikanmu buta dan tuli”.Mata yang bisa mengenali pintu masuknya syetan akan menjadi buta bila ditutupi oleh sifat hasad dan ketamakan sehingga tidak melihat. Saat itulah syetan mendapatkan kesempatan untuk masuk ke hati manusia sehingga orang itu mengejar untuk menuruti syahwatnya walaupun jahat.

3. Perut kenyang

Rasa kenyang menguatkan syahwat yang menjadi senjata syetan. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Iblis pernah menampakkan diri di hadapan Nabi Yahya bin Zakariyya a.s. Beliau melihat pada syetan beberapa belenggu dan gantungan pemberat untuk segala sesuatu seraya bertanya. Wahai iblis belenggu dan pemberat apa ini? Syetan menjawab: Ini adalah syahwat yang aku gunakan untuk menggoda anak cucu Adam. Yahya bertanya: Apa hubungannya pemberat ini dengan manusia ? Syetan menjawab: Bila kamu kenyang maka aku beri pemberat sehingga engkau enggan untuk sholat dan dzikir. Yahya bertanya lagi: Apa lainnya? Tidak ada! ,jawab syetan.

Kemudian Nabi Yahya berkata: Demi Allah aku tidak akan mengenyangkan perutku dengan makanan selamanya.Lalu iblis pun berkata, Demi Allah saya tidak akan memberi nasehat pada orang muslim selamanya.

Kebanyakan makan mengakibatkan munculnya enam hal tercela:
1. Menghilangkan rasa takut kepada Allah dari hatinya.
2· Menghilangkan rasa kasih sayang kepada makhluk lain karena ia mengira bahwa semua makhluk sama kenyangnya dengan dirinya.
3· Mengganggu ketaatan kepada Allah
4· Bila mendengarkan ucapan hikmah ia tidak mendapatkan kelembutan
5· Bila ia bicara tentang ilmu maka pembicaraannya tidak bisa menembus hati manusia.
6· Akan terkena banyak penyakit jasmani dan rohani

4. Cinta perhiasan dan perabotan rumah tangga

Bila syetan melihat hati orang yang sangat mencintai perhiasan dan perabotan rumah tangga maka iblis bertelur dan beranak dan menggodanya untuk terus berusaha melengkapi dan membaguskan semua perabotan rumahnya, menghiasi temboknya, langit-langitnya dst. Akibatnya umurnya habis disibukkan dengan perabotan rumah tangga dan melupakan dzikir kepada Allah.

5. Tergesa-gesa dan tidak melakukan recheck

Rasulullah pernah bersabda: "Tergesa-gesa termasuk perbuatan syetan dan hati-hati adalah dari Allah SWT".

Allah berfirman: ”Manusia diciptakan tergesa-gesa” dalam ayat lain itegaskan: “Sesungguhnya manusia itu sangat tergesa-gesa. Mengapa kita dilarang tergesa-gesa? Semua perbuatan harus dilakukan dengan pengetahuan dan penglihatan mata hati. Penglihatan hata hati membutuhkan perenungan dan ketenangan.

Sedangkan tergesa-gesa menghalangi itu semua. Ketika manusia tergesa-gesa dalam melakukan kewajiban maka syetan menebarkan kejahatannya dalam diri manusia tanpa disadari.

6. Mencintai harta

Kecintaan terhadap uang dan semua bentuk harta akan menjadi alat hebat bagi syetan. Bila orang memiliki kecintaan kuat terhadap harta maka hatinya akan kosong. Kalau dia mendapatkan uang sebanyak satu juta di jalan maka akan muncul dari harta itu sepuluh syahwat dan setiap syahwat membutuhkan satu juta. Demikianlah orang yang punya harta akan merasa kurang dan menginginkan tambahan lebih banyak lagi.

7. Ta’assub bermadzhab dan meremehkan kelompok lain.

Orang yang ta’assub dan memiliki anggapan bahwa kelompok lain salah sangat berbahaya. Orang yang demikian akan banyak mencaci maki orang lain. Meremehkan dan mencaci maki termasuk sifat binatang buas.

Bila syetan menghiasi pada manusia bahwa taassub itu seakan-akan baik dan hak dalam diri orang itu maka ia semakin senang untuk menyalahkan orang lain dan menjelekkannya.

8. Kikir dan takut miskin

Sifat kikir ini mencegah seseorang untuk memberikan infaq atau sedekah dan selalu menyeru untuk menumpuk harta kekayaan dan siksa yang pedih adalah janji orang yang menumpuk harta kekayaan tanpa memberikan haknya kepada fakir miskin. Khaitsamah bin Abdur Rahman pernah berkata: Sesungguhnya syaitan berkata:

Anak cucu Adam tidak akan mengalahkanku dalama tiga hal perintahku: Aku perintahkan untuk mengambil harta dengan tanpa hak, menginfakkannya dengan tanpa hak dan menghalanginya dar hak kewajibannya (zakat).

Sufyan berkata: Syetan tidak mempunyai senjata sehebat senjata rasa takutnya manusia dari kemiskinan.

Apabila ia menerima sifat ini maka ia mengambil harta tanpa hak dan menghalanginya dari kewajiban zakatnya.

9. Memikirkan Dzat Allah

Orang yang memikirkan dzat Allah tidak akan sampai kepada apa yang diinginkannya ia akan tersesat karena akal manusia tidak akan sampai kesana. Ketika memikirkan dzat Allah ia akan terpeleset pada kesyirikan.

10. Suudzon terhadap orang Islam (ghibah).

Allah berfirman dalam Surat Al Hujuroot 12 sbb.:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ(12)

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Rasulullah pernah bersabda: Jauhillah tempat-tempat yang bisa memunculkan prasangka buruk.

Kalau ada orang yang selalu suudzdzon dan selalu mencari cela orang lain maka sebenarnya ia adalah orang yang batinnya rusak.Orang mukmin senantiasa mencari maaf dan ampunan tetapi orang munafik selalu mencari cela orang lain.

Itulah sebagian pintu-pintu masuknya syetan untuk menguasai benteng hatinya. Kalau kita teliti secara mendetail kita pasti tidak akan mampu menghitung semua pintu masuknya syetan ke dalam hati manusia.Sekarang bagiamana solusi dari hal ini?

Apakah cukup dengan zikrullah dan mengucapkan “Laa haula wa laa quwwata illa billah”? ketahuilah bahwa upaya untuk membentengi hati dari masuknya serbuan syetaan adalah dengan menutup semua pintu masuknya syetan dengan membersihkan hati kita dari sifat-sifat tercela yang disebutkan di atas. Bila kita bisa memutuskan akar semua sifat tercela maka syetan mendapatkan berbagai halangan untuk memasukinya ia tidak bisa menembus ke dalam karena zikrullah. Namun perlu diketahui bahwa zikir tidak akan kokh di hati selagi hati belum dipenuhi dengan ketakwaan dan dijauhkan dari sifat-sifat tercela.

Bila orang yang hatinya masih diliputi oleh akhlak tercela maka zikrullah hanyalah omongan jiwa yang tidak menguasai hati dan tidak akan mampu menolak kehadiran syetan. Oleh sebab itu Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ(201)

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. ( Al A’raaf 201)

Perumpamaan syetan adalah bagaikan anjing lapar yang mendakati anda. Bila anda tidak memiliki roti atau daging pasti ia akan meninggalkanmu walaupun Cuma menghardiknya dengan ucapan kaita. Tapi bila di tangan kita ada daging maka ia tidak akan pergi dari kita walaupun kita sudah berteriak ia ingin merebut daging dari kita. Demikian juga hati bila tidak memiliki makanan syetan akan pergi hanya dengan dzikrullah.

Syahwat bila menguasi hati maka ia akan mengusir dzikrullah dari hati ke pinggirnya saja dan tidak bisa merasuk dalam relung hati. Sedangkan orang-orang muttaqin yang terlepas dari hawa nafsu dan sifat-sifat tercela maka ia akan dimasuki syetan bukan karena syahwat tapi karena kelalaian daari dzikrullah apabila ia kembali berdzikir maka syetan langsusng. Inilah yang ditegaskan firman Allah dalam ayat sebelumnya:

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ(200)

Artinya: Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ( Al A’roof ayat 200)

Dalam ayat lain disebutkan:

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْءَانَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ(98)إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ ءَامَنُوا

وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ(99)إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ(100)

Artinya: Apabila kamu membaca Al Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. Sesungguhnya syaitan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah. (An Nahl 98-100)

Mengapa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Bila Umar ra. Melewati suatu lereng maka syetan mengambil lereng selain yang dilewati Umar.”? Karena Umar memiliki hati yang bersih dari sifat-sifat tercela sehingga syetan tidak bisa mendekat. Kendatipun hati berusaha menjauhkan diri dari syetan dengan dzikrullah tapi mustahil syetan akan menjauh dari kita bila kita belum membersihkan diri dari tempat yang disukai syetan yaitu syahwat, seperti orang yang meminum obat sebelum melindungi dir dari penyakit dan perut masih disibukkan dengan makanan yang kerasa dicerna.

Taqwa adalah perlindungan hati dari syahwat dan nafsu apabila zikrullah masuk kedalam hati yang kosong dari zikir maka syetan mendesak masuk seperti masuknya penyakit bersamaan dengan dimakannya obat dalam perut yang masih kosong.Allab SWT berfirman :

إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ(37)

Artinya: Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya. (Qoof 37)

Secara langsung Al-Qur'an tidak menjelaskan lafadz-lafadz yang dipakai untuk perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan tetapi kemudian Nabi mengajarkan beberapa lafadz yang dibaca untuk berlindung kepada Allah dari godaan syaitan antara lain :

- A’udzu bIlahi minasysyaithonir-rojim

- A’udzu bIlahis-sami’il alim minasysyaithonir-rojiim

- A’udzu bikalimatIlahit-taammaati minsyarrimaa kholaq

- A’udzu bikalimaatIlahit-taammaati min godhobihi waI’qobihi wasyarri ibadihi wamin hamazaatisy-syayaathini wa-ayyahdhuurun

- A’udzu biIzzatIlahi waqudrotihi min syarrimaa ajidu wa-uhajiru

- A’udzu bIlahi minasyyaithonir-rojim min hamzihi wanafkhihi wanaftsihi


Wallahu a`lam bish-shawab

Tuesday, April 26, 2005

Belajar Syariah Online


http://www.syariahonline.com
"Imam Syafi'i Membolehkan Nonton film porno ?, Di Mana Allah ?, Minum Berdiri Dosa ?

Pertanyaan-pertanyaan “konyol tapi penting” itu bisa dijumpai di situs internet, syariahonline.com. Sesuai namanya, syariahonline.com yang dikelola Pusat Konsultasi Syariah adalah situs khusus yang melayani tanya-jawab dan konsultasi syariah via internet secara gratis.

Syariahonline.com punya sembilan menu utama, yakni Aqidah, Ibadah, Ekonomi Islam dan Muamalat, Nikah dan Pranikah, Keluarga, serta Sosial Politik. Itu belum termasuk Zakat, Fiqih Wanita, Waris, dan Masalah Umum.

Situs ini punya 12 ahli dibelakangnya yaitu, Dr Salim Segaf Al-Jufri MA, KH Yusuf Supendi Lc, Dr Mushlih Abd Karim MA, Drs Muhammad Yusuf, Salmin Dja`far, Dr Surahman Hidayat MA, H Bukhori Yusuf MA, KH Dr H Ahzami Samin Jazuli MA, H Abdurraqieb Lc, H Tajuddien Nur Lc, dan Iman Santoso Lc, Dr Daud Rasyid MA,

Syariahonline.com ini juga ditopang dokumentasi dan data base yang sangat lengkap, yaitu perpustakaan berisi 7.000 sampai 10 ribu judul kitab, ditambah Cd program.Hampir seluruhnya berbahasa Arab.

Mudah-mudahan dengan adanya layanan dari situs ini kita bisa lebih banyak belajar tentang Islam supaya tidak menyimpang dan supaya ngga gampang dibodohi oleh orang-orang yang belum mengenal Islam lebih dalam.Kebetulan Dr Daud Rasyid MA ini "guru"nya ustad saya dan situs ini juga tempat saya belajar mulai dari yang sepele sampai ke masalah fiqih, mahzab, bid'ah dll.Mudah-mudah bisa berguna buat temen-temen yang lainnya.

Membedah Anatomi Aliran Sesat

Rating:
Category:Other
Oleh : Hartono Ahmad Jaiz (Sabili)


Perjuangan selalu mendapat dua tantangan. Tekanan dari luar dan duri dalam daging. Ada banyak pola yang mencoba untuk meruntuhkan bangunan Islam, termasuk aliran-aliran sesat yang mengeruhkan sejarah gemilang.

Aliran sesat tampak makin marak, bahkan mengalami euforia (mabuk kebebasan) di masa Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang menduduki jabatan sejak Oktober 1999 sampai 23 Juli 2001. Dari ruwatan kemusyrikan sampai JIL (Jaringan Islam Liberal) yang tak mengakui hukum Tuhan muncul secara resmi. Hingga ada tokoh aliran sesat yang keceplosan, “Mumpung presidennya Gus Dur.” Orang mulai bingung. Lantas terbit buku Aliran dan Paham Sesat di Indonesia, 2002, terbelalaklah masyarakat. Ada yang simpati, tapi ada yang gerah.

Dari pihak sesat pun berkelit bahwa yang berhak menentukan sesat itu hanyalah Tuhan. Si sesat masih berteriak pula bahwa yang mengorek kesesatan itu pemecah belah. Kita harus menyadari bahwa yang menyatukan hati itu adalah Allah, bukan kita (lihat QS 2: 62-63).

Adanya persatuan itupun hanya kalau berada pada ketaatan kepada Alllah dan Rasul-Nya. Bila tidak, maka akan bercerai berai. Dalam hadits ditegaskan:

Nu’man bin Basyir berkata, Rasulullah saw menghadapkan wajahnya kepada para manusia, lalu bersabda: Tegakkanlah shaf-shaf (barisan shalat) kalian (diucapkan) tiga kali. Wallahi, kamu sekalian mau menegakkan shaf-shafmu atau (kalau kalian tidak mau) maka Allah pasti akan mencerai beraikan di antara hati-hati kalian.” Nu’man berkata, maka aku lihat seorang lelaki melekatkan pundaknya dengan pundak temannya (dalam shaf shalat), dengkulnya dengan dengkul temannya, dan mata kakinya dengan mata kaki temannya” (HR Abu Dawud dan Ahmad).

Pengertian sesat
Sesat atau kesesatan itu bahasa Arabnya dhalal. Yaitu setiap yang menyimpang dari jalan yang dituju (yang benar) dan setiap yang berjalan bukan pada jalan yang benar, itulah kesesatan. Dalam al-Qur’an disebutkan, setiap yang di luar kebenaran itu adalah sesat (lihat QS Yunus: 32). Kebenaran hanya datang dari Allah.

Pertanyaannya kini, kebenaran dari Allah itu adanya di al-Qur’an dan as-Sunnah, namun cara pemahamannya/penafsirannya model apa? Pertanyaan itu sudah ada jawabannya, dalam hadits tentang 73 golongan, riwayat At-Tirmidzi. “Siapakah dia (golongan yang satu—yang selamat dari neraka—itu) wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “(Mereka yang mengikuti apa) yang aku dan sahabatku berada di atasnya.”

Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan, penulis Lamhah ‘anil firaq adh-dhaallah, Membongkar Firqah-Firqah Sesat, berkomentar. Ketika Rasulullah ditanya tentang siapakah satu yang selamat itu, beliau menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang menempuh jalan seperti yang aku dan sahabatku tempuh.” Maka barangsiapa yang tetap di atas jalan yang ditempuh Rasul saw dan para sahabatnya, maka dia termasuk yang selamat dari neraka. Dan barangsiapa yang menyelisihi dari hal tersebut sesungguhnya dia diancam dengan neraka sesuai dengan kadar jauhnya.

Dalam praktik, kesesatan itu tidak dianggap sesat walaupun dilaksanakan ramai-ramai. Di antara contohnya adalah kelompok yang tidak langsung dikenali sebagai kelompok sesat, misalnya:

Komunitas Penimbrung Qur’an Sunnah
Golongan yang satu ini tidak mau disebut kelompok agama, tak mau pula disebut sekuler. Tapi mereka menolak semua yang datang dari al-Qur’an dan as-Sunnah. Kelompok ini muncul menjelang pertengahan abad 20 dengan membatasi bahwa al-Qur’an dan as-Sunnah tidak bisa diberlakukan di wilayah mereka, karena beralasan bahwa di tempat mereka bukanlah wilayah al-Qur’an dan as-Sunnah. Mereka punya aturan-aturan tertentu yang kadang masuk ke wilayah yang diatur al-Qur’an dan as-Sunnah dengan “membantu” pelaksanaan praktisnya, dalam hal yang menguntungkan mereka. Misalnya tentang pelaksanaan ibadah haji. Di sisi itulah al-Qur’an dan as-Sunnah mereka terima, bahkan hampir mereka monopoli.

Lain lagi dengan kelompok yang secara nama adalah Islamis, namun justru sesat menyesatkan. Misalnya:

NII KW IX
NII (Negara Islam Indonesia) asalnya DI (Darul Islam, diproklamasikan Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, 7 Agustus 1949 di Cisayong Tasikmalaya Jawa Barat). Kemudian nama NII itu berupa penjelasan singkat tentang proklamasi. Pada tahun 1980-an ketika diadakan musyawarah tiga wilayah besar (Jawa Barat, Sulawesi, dan Aceh) di Tangerang Jawa Barat, diputuskan bahwa Adah Djaelani Tirtapradja diangkat menjadi Imam NII. Lalu ada pemekaran wilayah NII yang tadinya 7 menjadi 9, penambahannya itu KW VIII (Komandemen Wilayah VIII) Priangan Barat (mencakup Bogor, Sukabumi, Cianjur), dan KW IX Jakarta Raya (Jakarta, Tangerang, Bekasi).

Pada dekade 1990-an KW IX dijadikan sebagai Ummul Quro (ibukota negara) bagi NII, menggantikan Tasikmalaya, atas keputusan Adah Djaelani. Karena pentingnya menguasai ibukota sebagai pusat pemerintahan, maka dibukalah program negara secara lebih luas, dan puncaknya ketika pemerintahan dipegang Abu Toto Syekh Panjigumilang (yang juga Syekh Ma’had Al-Zaitun, Desa Gantar, Indramayu, Jawa Barat) menggantikan Adah Djaelani sejak tahun 1992.

Penyelewengannya terjadi ketika pucuk pimpinan NII dipegang Abu Toto. Ia mengubah beberapa ketetapan-ketetapan Komandemen yang termuat dalam kitab PDB (Pedoman Dharma Bakti) seperti menggantikan makna fai’ dan ghanimah yang tadinya bermakna harta rampasan dari musuh ketika terjadi peperangan (fisik), tetapi oleh Abu Toto diartikan sama saja, baik perang fisik maupun tidak. Artinya, harta orang selain NII boleh dirampas dan dianggap halal. Pemahaman ini tidak dicetuskan dalam bentuk ketetapan syura (musyawarah KW IX) dan juga tidak secara tertulis, namun didoktrinkan kepada jamaahnya. Sehingga jamaahnya banyak yang mencuri, merampok, dan menipu, namun menganggapnya sebagai ibadah, karena sudah diinstruksikan oleh ‘negara’.

Dalam hal shalat, dalam Kitab Undang-undang Dasar NII diwajibkan shalat fardhu 5 waktu, namun perkembangannya, dengan pemahaman teori kondisi perang, maka shalat bisa dirapel. Artinya, dari mulai shalat zuhur sampai dengan shalat subuh dilakukan dalam satu waktu, masing-masing hanya satu rakaat. Ini doktrin Abu Toto dari tahun 2000-an.
Mengenai puasa, mereka mengamalkan hadits tentang mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka dengan cara, sudah terbit matahari pun masih boleh sahur, sedang jam 5 sore sudah boleh berbuka. Alasannya dalil hadits tersebut.

Gerakan ini mencari mangsa dengan jalan setiap jamaah diwajibkan mencari satu orang tiap harinya untuk dibawa tilawah. Lalu diarahkan agar hijrah dan berbaiat sebagai anggota NII. Karena dengan baiat maka seseorang terhapus dari dosa masa lalu, tersucikan diri, dan menjadi ahli surga. Untuk itu peserta ini harus mengeluarkan shadaqah hijrah yang besarnya tergantung dosa yang dilakukan. Anggota NII di Jakarta saja, saat ini diperkirakan 120.000 orang yang aktif.

LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia)
Pendiri dan pemimpin tertinggi pertama gerakan ini adalah Madigol Nurhasan Ubaidah Lubis bin Abdul bin Thahir bin Irsyad. Lahir pada tahun 1915 di Desa Bangi, Kec. Purwoasri, Kediri, Jawa Timur. Paham yang dianut oleh LDII tidak berbeda dengan aliran Islam Jama’ah/Darul Hadits yang telah dilarang oleh Jaksa Agung Republik Indonesia pada tahun 1971. Keberadaan LDII mempunyai akar kesejarahan dengan Darul Hadits/Islam, Jama’ah yang didirikan pada tahun 1951 oleh Nurhasan Al Ubaidah Lubis (Madigol). Setelah aliran tersebut dilarang tahun 1971, kemudian berganti nama dengan Lembaga Karyawan Islam (LEMKARI) pada tahun 1972 (tanggal 13 Januari 1972. Pengikut gerakan ini pada pemilu 1971 berafiliasi dan mendukung GOLKAR).

Aliran sesat yang telah dilarang Jaksa Agung 1971 ini kemudian dibina oleh mendiang Soedjono Hoermardani dan Jenderal Ali Moertopo. LEMKARI dibekukan di seluruh Jawa Timur oleh pihak penguasa di Jawa Timur atas desakan keras MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jatim di bawah pimpinan KH. Misbach. LEMKARI diganti nama oleh Jenderal Rudini (Mendagri), 1990/1991, menjadi LDII (Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia).

Penyelewengan utamanya, menganggap al-Qur’an dan as-Sunnah baru sah diamalkan kalau manqul (yang keluar dari mulut imam atau amirnya). Gerakan ini membuat syarat baru tentang sahnya keislaman seseorang. Orang yang tidak masuk golongan mereka dianggap kafir dan najis.

Modus operandi gerakan ini mengajak siapa saja ikut ke pengajian mereka secara rutin. Peserta akan diberikan ajaran tentang shalat dan sebagainya berdasarkan hadits, lalu disuntikkan doktrin-doktrin bahwa hanya Islam model manqul itulah yang sah, benar. Pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan, boleh ditebus dengan uang oleh anggota ini.

Inkar Sunnah
Orang yang tidak mempercayai hadits Nabi saw sebagai landasan Islam, maka dia sesat. Itulah kelompok Inkar Sunnah.

Ada tiga jenis kelompok Inkar Sunnah. Pertama kelompok yang menolak hadits-hadits Rasulullah saw secara keseluruhan. Kedua, kelompok yang menolak hadits-hadits yang tak disebutkan dalam al-Qur’an secara tersurat ataupun tersirat. Ketiga, kelompok yang hanya menerima hadits-hadits mutawatir (diriwayatkan oleh banyak orang setiap jenjang atau periodenya, tak mungkin mereka berdusta) dan menolak hadits-hadits ahad (tidak mencapai derajat mutawatir) walaupun shahih. Mereka beralasan dengan ayat, “…sesungguhnya persangkaan itu tidak berguna sedikitpun terhadap kebenaran” (Qs An-Najm: 28). Mereka berhujjah dengan ayat itu, tentu saja menurut penafsiran model mereka sendiri.

Inkar Sunnah di Indonesia muncul tahun 1980-an ditokohi Irham Sutarto. Kelompok Inkar Sunnah di Indonesia ini difatwakan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia) sebagai aliran yang sesat lagi menyesatkan, kemudian dilarang secara resmi dengan Surat Keputusan Jaksa Agung No. Kep-169/ J.A./ 1983 tertanggal 30 September 1983 yang berisi larangan terhadap aliran inkarsunnah di seluruh wilayah Republik Indonesia.

Ahmadiyah
Orang yang mengakui adanya nabi lagi sesudah Nabi Muhammad saw maka mereka sesat. Itulah kelompok Ahmadiyah yang mempercayai Mirza Ghulam Ahmad dari India sebagai nabi setelah Nabi Muhammad saw.

Gerakan Ahmadiyah didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad di India. Mirza lahir 15 Februari 1835 M. dan meninggal 26 Mei 1906 M di India.

Ahmadiyah masuk ke Indonesia tahun 1935, tapi mereka mengklaim diri telah masuk ke negeri ini sejak tahun 1925. Tahun 2000, mendiang khalifah Ahmadiyah dari London, Tahir Ahmad, bertemu dengan Presiden Abdurahman Wahid. Kini Ahmadiyah mempunyai sekitar 200 cabang, terutama Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Palembang, Bengkulu, Bali, NTB dan lain-lain. Basis-basis Ahmadiyah di Kuningan, Jawa Barat dan Lombok telah dihancurkan massa (2002/2003) karena mereka sesumbar dan mengembangkan kesesatannya.

Tipuan Ahmadiyah Qadyan, mereka mengaku bahwa Mirza Ghulam Ahmad itu nabi namun tidak membawa syariat baru. Tipuan mereka itu dusta, karena mereka sendiri mengharamkan wanitanya nikah dengan selain orang Ahmadiyah. Sedangkan Nabi Muhammad saw tidak pernah mensyariatkan seperti itu, jadi itu syari’at baru mereka. Sedangkan Ahmadiyah Lahore yang di Indonesia berpusat di Jogjakarta mengatakan, Mirza Ghulam Ahmad itu bukan nabi tetapi Mujaddid. Tipuan mereka ini dusta pula, karena mereka telah mengangkat pembohong besar yang mengaku mendapatkan wahyu dari Allah, dianggap sebagai mujaddid.

Salamullah
Agama Salamullah adalah agama baru yang menghimpun semua agama, didirikan oleh Lia Aminuddin, di Jakarta. Dia mengaku sebagai Imam Mahdi yang mempercayai reinkarnasi. Lia mengaku sebagai jelmaan roh Maryam, sedang anaknya, Ahmad Mukti yang kini hilang, mengaku sebagai jelmaan roh Nabi Isa as. Dan imam besar agama Salamullah ini Abdul Rahman, seorang mahasiswa alumni UIN Jakarta, yang dipercaya sebagai jelmaan roh Nabi Muhammad saw.

Ajaran Lia Aminuddin yang profesi awalnya perangkai bunga kering ini difatwakan MUI pada 22 Desember 1997 sebagai ajaran yang sesat dan menyesatkan. Pada tahun 2003, Lia Aminuddin mengaku mendapat wahyu berupa pernikahannya dengan pendampingnya yang dia sebut Jibril. Karena itu, Lia Aminuddin diubah namanya menjadi Lia Eden sebagai lambang surga, menurut kitabnya yang berjudul Ruhul Kudus. Pengikutnya makin menyusut, kini tinggal 70-an orang, maka ada “wahyu-wahyu” yang menghibur atas larinya orang dari Lia.

Isa Bugis
Orang yang memaknakan al-Qur’an semaunya, tidak sesuai dengan petunjuk Rasulullah saw, maka mereka sesat. Itulah kelompok Isa Bugis. Contohnya, mereka memaknakan al-fiil yang artinya gajah menjadi meriam atau tank baja. Alasannya di Yaman saat zaman Nabi tidak ada rumput maka tak mungkin ada gajah. Kelompok ini tidak percaya mukjizat, dan menganggap mukjizat tak ubahnya seperti dongeng lampu Aladin. Nabi Ibrahim menyembelih Ismail itu dianggapnya dongeng belaka. Kelompok ini mengatakan, tafsir al-Qur’an yang ada sekarang harus dimuseumkan, karena salah semua. Al-Qur’an bukan Bahasa Arab, maka untuk memahami al-Qur’an tak perlu belajar Bahasa Arab. Lembaga Pembaru Isa Bugis adalah Nur, sedang yang lain adalah zhulumat, maka sesat dan kafir. Itulah ajaran sesat Isa Bugis.

Tahun 1980-an mereka bersarang di salah satu perguruan tinggi di Rawamangun, Jakarta. Sampai kini masih ada bekas-bekasnya, dan penulis pernah berbantah dengan kelompok ini pada tahun 2002. Tampaknya, mereka masih dalam pendiriannya, walau tak mengaku berpaham Isa Bugis.

Baha’i
Kelompok ini adalah kelompok yang menggabung-gabungkan Islam dengan Yahudi, Nasrani dan lainnya. Itulah kelompok Baha’i. Menghilangkan setiap ikatan agama Islam, menganggap syariat Islam telah kadaluarsa. Persamaan antara manusia meskipun berlainan jenis, warna kulit dan agama. Inilah inti ajaran Baha’i. Menolak ketentuan-ketentuan Islam. Menolak Poligami kecuali dengan alasan dan tidak boleh dari dua istri. Mereka melarang talaq dan menghapus ‘iddah (masa tunggu). Janda boleh langsung kawin lagi, tanpa ‘iddah. Ka’bah bukanlah kiblat yang mereka akui. Kiblat mereka adalah dimana Tuhan menyatu dalam diri Bahaullah (pemimpin mereka).

Pluralisme Agama, JIL (Jaringan Islam Liberal)
Orang yang menyamakan semua Agama, hingga Islam disamakan dengan Yahudi, Nasrani, dan agama-agama kemusyrikan, mereka juga sesat dan menyesatkan. Itulah kelompok yang berpaham pluralisme agama, yang sejak Maret 2001 menamakan diri sebagai JIL (Jaringan Islam Liberal) yang dikoordinir oleh Ulil Abshar Abdalla. Ulil tidak mengakui adanya hukum Tuhan, hingga syariat mu’amalah (pergaulan antar manusia). Perintah syari’at jilbab, qishash, hudud, potong tangan bagi pencuri dan sebagainya itu tidak perlu diikuti. Bahkan larangan nikah antara Muslim dengan non Muslim dianggap tidak berlaku lagi, karena ayat larangannya dianggap tidak jelas. Vodca (minuman keras beralkohol lebih dari 16%) pun menurut Ulil bisa jadi di Rusia halal, karena udaranya dingin sekali.

Pemahaman “kembali kepada al-Qur’an dan as-Sunnah/al-Hadits” seperti yang dipahami umat Islam sekarang ini menurut Ulil, salah, karena menjadikan penyembahan terhadap teks. Maka harus dipahami bahwa al-Qur’an yang sekarang baru separuhnya, sedang separuhnya lagi adalah pengalaman manusia.

Lembaga Kerasulan
Kelompok ini mengibaratkan Rasul bagai menteri, sedang kerasulan adalah sebuah departemen. Lalu Rasul boleh wafat sebagaimana menteri boleh mati, namun kerasulan atau departemen tetap ada. Diangkatlah rasul baru sebagaimana diangkat pula menteri baru. Karena Nabi Muhammad saw adalah rasul terakhir. Yang berpaham Rasul tetap diangkat sampai hari kiyamat itulah kelompok Lembaga Kerasulan.

Masih banyak sebenarnya lembaga dan gerakan aliran sesat yang berkembang di Indonesia. Ada yang bergerak secara kelompok, tapi ada pula yang bersifat pemikiran individu, seperti Harun Nasution dan Ahmad Wahib. Kedua tokoh ini nyaris sama. Harun Nasution mengatakan bahwa semua agama pada dasarnya adalah sama. Sedangkan Ahmad Wahib yang pernah menerbitkan buku Pergolakan Pemikiran Islam pernah membuat statemen yang mengagetkan dalam bukunya, “Seandainya Muhammad tidak ada, wahyu dari Allah (al-Qur’an) dengan tegas aku berkata bahwa Karl Marx dan Frederick Engels lebih hebat dari utusan Tuhan itu. Otak kedua orang itu yang luar biasa dan pengabdiannya yang luar biasa akan meyakinkan setiap orang bahwa kedua orang besar itu adalah penghuni surga tingkat pertama berkumpul dengan para Nabi dan Syuhada.”

Begitu banyak tantangan untuk umat Islam. Ada tekanan yang datang dari luar, ada pula pengkhianatan dan kesesatan yang muncul dari dalam. Dengan berpikir jernih dan bersandar pada hukum-hukum Allah, semoga umat ini selalu mendapat lindungan-Nya.


Wallahu a’lam bisshawab.


Sunday, April 24, 2005

Oase Bernama Laskar Cinta

Rating:★★★
Category:Other
Oase Bernama Laskar Cinta
www.republika.co.id


Oleh :

Ahmad Dhani
Pimpinan Band Dewa


Penulis merasa kaget dan terhenyak saat membaca segmen Horison harian Republika, edisi 17 April 2005, khususnya pada tulisan berjudul besar Laskar Cinta Sensasi Keblabasan Dewa. Tulisan tersebut berupaya mengupas pentas Band Dewa yang ditayangkan secara langsung melalui Trans TV, Ahad (10/4). Sebagai pihak yang terkait, dalam kapasitas pimpinan Band Dewa, penulis menganggap tulisan tersebut bersifat sepihak. Penulis tidak pernah dimintai konfirmasi tentang hal tersebut, meskipun ada pernyataan dari pihak manajemen Dewa.

Terdorong oleh faktor itulah, penulis membuat tulisan jawaban dalam kerangka memberi informasi dan pemahaman yang sebanding sehingga para pembaca, dan masyarakat Indonesia pada umumnya dapat mencernanya secara proporsional dan fair.

Dengan segenap kerendah-hatian, penulis ingin menyampaikan bahwa peristiwa tersebut, demi Allah, benar-benar murni sebuah musibah tanpa kesengajaan, terutama akibat ketidaktahuan team setting panggung Trans TV. Sebagai pribadi yang berupaya terus menerus untuk tawadlu' dan tunduk kepada Allah SWT, penulis dan anggota Band Dewa pada umumnya, tidak mungkin memiliki niat melakukan tindakan penghinaan kepada Allah yang Maha Agung, sebuah tindakan yang keji dan kotor. Meskipun barangkali penulis bukan seorang Muslim yang telah sempurna dalam menjalankan semua syariat, penulis berupaya untuk tetap takzim.

Penulis memahami sepenuhnya akibat terlukanya hati saudara-saudara seiman, terutama jika penulis sampai hati melecehkan atau berbuat tidak terhormat. Dalam hal ini, penulis sangat berharap adanya masukan-masukan dari saudara-saudara seiman. Sekeras apapun masukan tersebut, asal tetap dilakukan dalam koridor persaudaraan seiman, yakni dipenuhi nasihat serta pertimbangan kebijaksanaan yang luhur, akan penulis terima dengan lapang dada. Tetapi penulis merasa tidak habis pikir jika kemudian muncul hujatan-hujatan yang serba menyudutkan, memfitnah, dan memprovokasi.

Berkali-kali dunia ekspresi seni di Tanah Air diguncang oleh hal yang serupa, yakni ketika seni dibuldozer dengan penafsiran atas keyakinan-keyakinan tertentu. Para penafsir berlaku seolah-olah Musa menghujat Firaun, meskipun ia belum tentu seperti Musa, dan yang dihujat juga belum tentu seperti Firaun. Tanpa harus menghakimi siapa yang benar dan siapa salah, cara-cara semacam itu tidak pernah menghasilkan solusi yang positif bagi kedua belah pihak. Bukankan Rasulullah sendiri menganjurkan agar dakwah dilakukan dengan cara-cara yang baik dan bijak.

Lirik lagu Dewa
Di sisi lain, penulis juga sangat berharap para kritisi, yang juga saudara-saudara seiman, mau sedikit meluangkan waktu membaca sebagian lirik-lirik lagu dalam album Laskar Cinta, dengan penuh ketelitian dan sedikit perenungan. Lirik-lirik tersebut memuat dengan kental luapan cinta kepada Sang Khalik, juga usaha penulis untuk melakukan ''sedekah'' bagi-Nya. Bukankah sedekah yang tulus dan tersembunyi lebih bermakna, meski perlu waktu untuk mengetahuinya dengan jelas.

Mungkin di telinga sebagian pendengar lagu-lagu Dewa, cinta yang temaktub adalah sangat rendah maknanya, sangat duniawi, tapi bagi mereka yang cermat tentu akan menemukan ''cinta'' kepada-Nya. Ini dapat disimak dari lirik lagu Pangeran Cinta antara lain ''siapa yang masih tinggal dan eksis di saat semua ciptaan musnah'', bukankah Dia Allah yang Hayyun Qayyum (QS. 55:27). Apresiasi akan sebuah hadis Rasulullah riwayat Imam Bukhari, juga telah mendorong penulis untuk menulis lirik lagu Satu. Demikian juga lagu Hadapilah dengan Senyuman adalah inspirasi dari sabda junjungan kita Muhammad SAW tentang mulianya sedekah dengan senyuman serta diilhami firman Allah tentang dosa putus asa (QS 12:87).

Kekaguman kepada Sayyidah Rabi'ah Al-Adawiyah, membawa penulis kepada perenungan tentang pengabdian kepada Allah tanpa pamrih, menginspirasi penulis mencipta lagu yang saat ini tengah populer dibawakan Chryse. Memang harus saya akui ada lirik-lirik komersil yang sengaja saya selipkan dalam beberapa lagu.

Contra effect laskar
Dalam keadaan semacam itu, perilaku menginjak-injak kemuliaan Allah yang sangat penulis yakini sebagai pembimbing hidup satu-satunya, adalah suatu hal yang kontradiktif dengan keimanan penulis sendiri. Demi Allah Yang Maha Tahu, peristiwa di Trans TV itu murni akibat ketidak-mengertian kawan-kawan akan makna sesungguhnya simbol tersebut, bahkan para personel Dewa pun tidak. Semuanya saya simpan dalam-dalam di lubuk hati saya.

Adapun pemakaian simbol mulia, di samping karena memenuhi syarat estetika, adalah dalam rangka ingin memenuhi harapan besar akan tersebarnya kasih sayang Allah ke segenap hati umat manusia. Penulis meyakini akan firman Allah bahwa ''Dia adalah Tuhan alam semesta''(QS. 1:2); ''Tidak hanya Tuhan kaum Muslimin semata, tetapi Tuhan semua manusia'' (QS. 114:1). Lambang bintang delapan melambangkan delapan penjuru angin sebagai simbol ke mana saja kita berpaling di sana ada wajah-Nya (QS. 2:115).

Semua pemahaman di atas adalah murni penafsiran penulis dalam memahami ayat-ayat kauliyah maupun kauniyah. Penulis tidak bermaksud menggurui, hanya merasa perlu menjelaskan semuanya karena penulis tidak menginginkan musibah ini berkembang menjadi luka membusuk yang tidak saja merugikan penulis sebagai Muslim namun juga mencoreng wajah kita sendiri, dan menanamkan kebencian terhadap sesama. Apapun kekurangan pada diri penulis, penulis adalah saudara seiman, dan menyembunyikan aib sesama kaum beriman itu suatu perbuatan mulia. Adapun judul album Laskar Cinta sama sekali bukan sebuah satire untuk Laskar Jihad yang sangat terkenal, namun murni idiom saya dan beberapa sahabat yang perduli dan tergugah tatkala sering mendengar, melihat, dan membaca betapa kata ''laskar'' sering diartikan secara sepihak dengan konotasi negatif, oleh sebagian kalangan. Jihad sendiri terlalu sering diberi makna sempit sebagai perang, dan dikaitkan dengan tindakan-tindakan anarkhis oleh mereka yang tidak memahami maknanya yang hakiki.

Maka penulis dan beberapa sahabat mencoba menawarkan sebuah oase kesejukan dengan menggabungkan kata ''cinta'' dan ''laskar'', tentunya juga bukan cinta dalam artian sempit seperti yang selama ini populer. Penulis berharap dengan demikian ada contra-effect yang ditimbulkan (tentu dalam jangka panjang) hinga tidak selamanya kata ''laskar'' harus bersanding dengan kata ''jihad'' dalam artian sempit.

Penulis sungguh sangat menyesalkan tulisan yang mebenturkan penulis dengan saudara-saudara sesama Muslim, juga terhadap Laskar Jihad yang secara pribadi penulis tidak pernah menaruh kebencian kepada mereka sedikit pun. Apalagi secara jujur harus penulis akui bahwa saudara-saudara yang tergabung dalam Laskar Jihad telah banyak berbuat untuk umat ini dibandingkan sumbangsih penulis pribadi.

Penulis juga bertekad untuk selalu mencoba berdiri di atas dan untuk semua golongan. Namun sebagai individu Muslim, penulis berkeinginan untuk bebas mengutarakan cita-cita mulia tersebut tanpa harus mengorbankan saudara-saudara yang sangat penulis sayangi. Terlepas dari itu semua penulis secara pribadi menyampaikan permintaan maaf kepada siapa pun atau pihak manapun yang merasa tersinggung akan ucapan atau tindakan penulis selama ini. Penulis juga ingin menyampaikan terima kasih atas tegur sapa, juga kritik membangun yang ditujukan kepada penulis dan Dewa. Insya Allah, penulis akan berusaha berbuat lebih baik lagi bagi agama, bangsa, dan negara tercinta.

Khusus kepada Bapak D Sirajuddin AR, penulis sampaikan syukran atas husnuddzon-nya. Allah merahmati kita semua dan sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha pengasih. Penulis akan nukil beberapa bait puisi Rumi untuk kita renungkan:

Ketahuilah, bahwa segala yang kasatmata adalah fana,
Tapi dunia makna tak akan pernah sirna.
Sampai kapankah engkau akan terpikat oleh bentuk bejana?
Tinggalkanlah ia:
Pergi, airlah yang harus engkau cari!
Hanya melihat bentuk, makna tak akan engkau temukan.
Jika engkau seorang yang bijak, ambillah mutiara dari dalam kerang.



Nasheed By Sami Yusuf


http://www.geocities.com/indralounge/Sami_Yusuf_Al_Muallim.zip
Saya mau berbagi nasheed yang dinyanyikan oleh Sami Yusuf.Lagu ini berisi tentang pujian kepada Nabi Muhammad SAW.Mudah-mudahan bisa menambah kecintaan kita kepada Rasulullah SAW.Amin
Klik disini untuk download lagunya.

Sami Yusuf - Al Mu'allim (2.58mb)

We once had a Teacher
The Teacher of teachers,
He changed the world for the better
And made us better creatures,
Oh Allah we've shamed ourselves
We've strayed from Al-Mu'allim,
Surely we've wronged ourselves
What will we say in front him?
Oh Mu'allim...

Chorus
He was Muhammad salla Allahu 'alayhi wa sallam,
Muhammad, mercy upon Mankind,
He was Muhammad salla Allahu 'alayhi wa sallam,
Muhammad, mercy upon Mankind,
Teacher of all Mankind.
Abal Qasim [one of the names of the Prophet]
Ya Habibi ya Muhammad
(My beloved O Muhammad)
Ya Shafi'i ya Muhammad
(My intercessor O Muhammad)
Khayru khalqillahi Muhammad
(The best of Allah's creation is Muhammad)
Ya Mustafa ya Imamal Mursalina
(O Chosen One, O Imam of the Messengers)
Ya Mustafa ya Shafi'al 'Alamina
(O Chosen One, O intercessor of the worlds)

He prayed while others slept
While others ate he'd fast,
While they would laugh he wept
Until he breathed his last,
His only wish was for us to be
Among the ones who prosper,
Ya Mu'allim peace be upon you,
Truly you are our Teacher,
Oh Mu'allim..

Chorus
Ya Habibi ya Muhammad
(My beloved O Muhammad)
Ya Shafi'i ya Muhammad
(My intercessor O Muhammad)
Ya Rasuli ya Muhammad
(O My Messenger O Muhammad)
Ya Bashiri ya Muhammad
(O bearer of good news O Muhammad)
Ya Nadhiri ya Muhammad
(O warner O Muhammad)
'Ishqu Qalbi ya Muhammad
(The love of my heart O Muhammad)
Nuru 'Ayni ya Muhammad
(Light of my eye O Muhammad)

He taught us to be just and kind
And to feed the poor and hungry,
Help the wayfarer and the orphan child
And to not be cruel and miserly,
His speech was soft and gentle,
Like a mother stroking her child,
His mercy and compassion,
Were most radiant when he smiled
---------------------------------

Thursday, April 21, 2005

Penyimpangan Ayat Quran

Assalamu'alaikum wr wb



Tadi malam saya sedang iseng browsing lewat google.Keyword yang dicari
saat itu adalah "Al Quran Palsu", karena saya
tergerak untuk melihat dan membaca sendiri apakah hal seperti itu
benar2 ada.Apa yang saya temukan malam itu sedikit berbeda tapi lumayan
membuat penasaran.





Silahkan buka site
ini
.Hati-hati, karena kemungkinan kalau belum kuat iman
kita, bisa2 kita malah ikut terjerumus.Di halaman itu banyak penafsiran
dari beberapa ayat Al Quran yang sepertinya memang disengaja untuk
mengacaukan umat muslim.Disini saya ngga akan berbicara tentang pihak
mana yang melakukan hal semacam itu, saya yakin anda bisa menentukan
sendiri.Inilah beberapa penafsiran dan pembelokan dari ayat Quran itu
yang saya dapat :





Lihat nomer 4 di website itu, perhatikan point yang huruf C.Disitu ada
QS:An Nisaa ayat 54 yang disitu ditulis artinya yaitu "Maka perangilah
di jalan Allah, tidaklah engkau dibebani melainkan kewajiban atas
dirimu sendiri"...





Padahal setelah dilihat di Quran, arti dari An Nisaa ayat 54 bukan itu
tapi "ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad)
lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya ? Sesungguhnya Kami
telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami
telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar"
....Inilah
arti yang sebenarnya dari An Nissa 54.





Sekarang lihat nomer 6 diwebsite itu, disitu disebutkan arti dari QS:Al
Baqarah ayat 116 yang berbunyi "orang kristen kafir karena berkata
Allah mempunyai anak"





Arti yang sebenarnya dari QS:Al Baqarah ayat 116 adalah
"Mereka (orang-orang kafir) berkata: "Allah mempunyai anak".
Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah
kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya"






Perlu dilihat bahwa di arti yang asli sama sekali tidak disebutkan
berasal dari golongan manakah orang-orang kafir itu dan juga tidak
disebutkan berasal dari agama manapun.In my own opinion, pengartian
yang palsu ini seperti sengaja dibuat untuk mengadu domba...ini
pendapat pribadi saya





Dan ini yang paling menarik, lihat nomer 9 yaitu tentang minuman
keras.Disitu disebutkan pengartian dari QS:Al Baqarah ayat 219 yang
berbunyi "Minum khamar dan minuman keras atau arak adalah dosa besar".


Sebenernya, arti dari ayat 219 itu lebih panjang tapi intinya minum khamar adalah dosa besar dan itu benar...





Tapi di site itu dikatakan bahwa Al Baqarah ayat 219 itu bertentangan
dengan QS:Al Muthafifiin ayat 25 yang berbunyi "Di syurga akan diberi
minum khamar dan arak secukup-cukupnya".





Arti yang sebenarnya dari surat Al Muthafifiin ayat 25 menurut Quran
yang saya pakai adalah "Mereka diberi minuman yang bersih
lagi tertutup,"
.Khamar atau minuman keras dalam bahasa Arab
yaitu Khamri atau bisa juga
Khamr.Sekarang kita lihat surat Al Muthafifiin
ayat 25 :





Image hosted by<br />Photobucket.com

"Yusqawna
min rahiiqim makhtuumin"




Didalam surat Al Muthafifiin ayat 25, tidak terdapat kata2
Khamri atau Khamr itu...





Di Quran terjemahan yang lain sebenarnya saya menemukan bahwa arti dari
Al Muthafifiin ayat 25 itu memang ada yang sebagian mempunyai arti
"minuman khamr".Tapi perbedaan itu hanyalah sebatas karena terjemahan bahasa
Indonesia, sedangkan huruf Arabnya tetap sama tidak ada perubahan
dimana pun.





Perhatikan hadist shahih Bukhari ke 530 yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar, Rasulullah bersabda :





"Man syaribal khamra fiddun-ya tsumma lam yatub min-haa hurimahaa fil aakhirah"


( Barang siapa yang meminum khamar minuman keras di dunia kemudian ia
tidak bertaubat dari padanya, maka diharamkan baginya meminum khamar di
akhirat )





Keterangan dari hadist diatas adalah ternyata menurut Rasulullah SAW,
bahwa di akhirat/surga disediakan pula khamar yang diharamkan di dunia,
tetapi khamar di akhirat itu dinyatakan tidak memabukan.





Lalu si pembuat website tersebut menanyakan "Apakah
amalan-amalan yang diharamkan di dunia ini adalah halal di akhirat ???
Dimanakah konsisten and kesahihannya Firman Tuhan ini?"






Sekarang coba kita lihat di Quran surat ke 52 yaitu surat Ath Thuur
ayat 17 sampai dengan ayat 24.Ayat 17 sampai 24 itu menceritakan
tentang suasana dan kehidupan orang-orang yang berhasil mempertahankan
ketaqwaannya kepada Allah SWT di dunia, lalu mereka pun dimasukan
kedalam surga.


Di ayat ke 23 dari surat Ath Thuur berbunyi "Didalamnya
mereka edarkan diantara sesama mereka piala, tidak ada perkataan
sia-sia padanya dan tidak ada perbuatan
dosa
"
....





Kata-kata yang saya garis bawahi itu seperti mengindikasikan bahwa
setelah seseorang berada di alam lain selain dunia, penghitungan amal
ibadah ataupun dosa terhenti saat itu juga dan digantikan oleh ganjaran
atau balasan atas apa yang sudah dilakukan orang tersebut selama
didunia.Ini diperkuat dengan ayat :





"Fa yauma-idzil laa yus-alu 'an dzambihii insuw wa laa jaan"


( Maka pada hari itu tidak lagi ditanyakan pada manusia dan jin tentang dosanya ) [ QS:Ar Rahmaan 39 ]





Sebenarnya masih banyak lagi pertentangan di dalam site itu tetapi saya
cukupkan sampai di sini saja.Karena saya yakin Sang Rabb akan
senantiasa menunjukan jalan yang lurus bagi orang2 yang mencari
kebenaran di jalan-Nya...





Mudah2an dengan adanya hal2 seperti ini tidak lain hanyalah menambah
keimanan kita kepada Allah SWT dan sekaligus sedikit mengingatkan untuk
tetap berpijak pada sumber2 yang shahih dan bisa dibuktikan keshahihan
nya.Amin Ya Robbal Alamin....









"Dan apabila dia mengetahui sedikit tentang ayat-ayat Kami,
dia menjadikan ayat-ayat itu sebagai olok-olok.Mereka itulah baginya
azab yang menghinakan..."


[QS:Al Jaatsiyah 9]



Wassalamu'alaikum wr wb

















Tuesday, April 19, 2005

Sepertiga malam...




Malam perlahan datang
Menjadi kelam sekelam hitam
Sepertiga malam aku menyapa
Sepertiga malam Engkau hadir

Angin goyahkan kesadaran
Sujud alirkan keterhinaan
Ubudiyah merasuki relung hati
Ya Rabb, Ampuni jiwa yang resah ini....