Tuesday, February 27, 2007

Saat penglihatan kembali tajam

Assalamu'alaikum,


Syukur alhamdulillah sepatutnya kita selalu ucapkan kepada pencipta kita yaitu Allah swt yang dengan salah satu dari sekian banyak ciptaannya yaitu mata, kita bisa melihat dan membaca tulisan ini. Mata adalah anugerah Allah yang tak ternilai harganya. Tidak ada satu pun teknologi di dunia ini yang mampu membuat mata atau yang sepertinya. Dengan mata kita mampu melihat keindahan dunia. Laut dengan panorama sunrise dan sunsetnya, pegunungan dengan air terjunnya. Taman dengan bunga-bunganya yang berwarna cerah ceria dan berbagai macam keindahan alam lainnya.

Sesuai dengan apa yang dikatakan al Quran, bahwa segala sesuatu nanti pasti binasa, mata pun begitu dan juga mempunyai umur atau masa pakai. Biasanya semakin berumur seseorang, maka penglihatannya semakin kabur atau tidak jelas atau bisa jadi malah semakin tajam. Tetapi ada juga yang masih muda tetapi penglihatannya sudah kabur, begitupun ada pula yang sejak muda sampai masa tua penglihatannya tetap tajam. Penglihatan yang dimaksud adalah penglihatan mata hati. Kemampuan seseorang membaca tanda-tanda alam dan ayat-ayat Allah di masa ini sungguh-sungguh merupakan perjuangan. Kabut hedonisme dan awan gelap materialisme semakin hari semakin tebal, memaksa kita memicingkan mata untuk melihat lebih jelas apa yang ada didepan kita.

Kesenangan duniawi saat ini sangat mudah membutakan mata dan melupakan datangnya hari akhir. Manusia berlomba-lomba menimbun kekayaan tanpa mau berpikir lagi tentang perlu tidaknya bersyukur. Dunia memang tempat yang ampuh untuk membutakan mata.

Tapi ternyata, ada saatnya nanti ketika mata kita yang rabun, bisa kembali tajam daya lihatnya, bahkan yang sudah buta sekalipun. Kapankah itu ? Al Qur'an menjelaskan tentang hal ini di surat Qaaf ayat 20 sampai 22.

20. Dan ditiuplah sangkakala, dan demikian itulah hari yang dijanjikan (kiamat)

21. Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia seorang malaikat penggiring dan seorang malaikat penyaksi.

22. Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.

Sayang....saat mata kita kembali tajam, bukan pemandangan indah lagi yang terlihat. Melainkan hari pembalasan yang setiap manusia tidak dapat lari darinya. Semoga bisa menjadi dijadikan pelajaran bagi kita semua untuk menggunakan mata dan juga kehidupan pemberian dari Allah ini dengan sebaik-baiknya.


Wassalamu'alaikum

Tuesday, February 20, 2007

Islamic Book Fair Jakarta 2007

Start:     Mar 3, '07
End:     Mar 11, '07
Location:     Istora Senayan Jl. Asia Afrika Jakarta
Nama Acara : Islamic Book Fair Jakarta 2007

Deskripsi : Memamerkan buku-buku Islam dari ratusan pengarang dan penerbit. Akan diadakan juga launching-launching dair beberapa buku serta diramaikan pula oleh talkshow-talkshow.

Jadwal : Tgl. 03/03/2007 s/d 11/03/2007
Jam. 10:00 s/d 22:00

Lokasi / Tempat : Istora Senayan Jl. Asia Afrika Jakarta

Kontak / Telepon : Informasi / 021-7191612

Monday, February 19, 2007

Pengajian : Hidayah Dijemput atau Menjemput ?

Start:     Feb 22, '07
Location:     Masjid Al Hakim Sucofindo Jl. Raya Pasar Minggu Kav. 34 Jakarta Selatan 12780

Sering kali kita sering berujar : "Maaf, saya tidak ada waktu untuk Ngaji, maklum belum dapat HIDAYAH"…"Suatu saat saya pasti pakai jilbab, tapi tidak sekarang. Soalnya saya belum dapat hidayah" ….."Saya belum sempat naik haji tahun ini, kelihatannya saya belum dapat hidayah ya?", ...ataupun ungkapan lainnya yang terkadang sering menghampiri diri kita ataupun kita dengar dari orang-orang disekitar kita. Di mana, ungkapan-ungkapan itu senantiasa mengajak kita untuk "menyalahkan" HIDAYAH, Kita belum soleh-lah, belum ber-Islam secara baik-lah yang kemudian bermuara pada HIDAYAH TIDAK MENGHAMPIRI KITA.

Allah selalu memberi petunjuk kepada siapa saja yang mencari kebenaran, di mana pun hamba-Nya berada, di biara sekali pun. Itulah yang terjadi pada Irena Handono, mantan biarawati yang mendapat hidayah justru saat mencari kelemahan Islam. Ketika membaca surat Al Ikhlas hatinya tunduk akan keesaan Allah SWT. Ia mengakui bahwa tak ada yang paling berkuasa dan patut disembah di jagad raya ini selain Sang Khalik. (Sumber : http://cafe.degromiest.nl/)

Pertanyaan besar yang kemudian muncul adalah, HIDAYAH itu, DIJEMPUT atau MENJEMPUT?

Terkait hal tersebut, LAZ PortalInfaq bekerjasama dengan Majelis Ta'lim Al Hakim-PT. (PERSERO) SUCOFINDO serta FS KLIK (Forum Silaturrahim Kajian Islam Lintas Kuningan) dan Majelis Ta'lim An-nissa, mengadakan KAJIAN BULANAN MASYARAKAT PERKANTORAN JAKARTA, yang akan diadakan pada :

Hari/Tanggal

:

Kamis, 22 Februari 2007
Pukul. 17.30 s/d 21.00 WIB (Shalat Maghrib berjamaah)

Tema

:

HIDAYAH, DIJEMPUT ATAU MENJEMPUT

Nara Sumber

:

Ust. Sahrul Syah (Juri Pildacil)

Bintang Tamu

:

Ustadzah Irena Handono (Mantan Biarawati)

Tempat

:

Masjid Al Hakim Sucofindo Jl. Raya Pasar Minggu Kav. 34 Jakarta Selatan 12780


Bagi Setiap peserta yang hadir mendapat majalah Islam Gratis dan souvenir lainnya, juga disediakan doorprice saat acara berlangsung dari Majalah Gontor.

Hadiri dan sebarkan informasi kebaikan ini ke rekan-rekan Saudara atau ke milis-milis yang Saudara ikuti. Terima Kasih atas kesediaannya memforward informasi acara ini. Acara ini GRATIIIISSS...!!!

Monday, February 12, 2007

Dialog Interaktif tentang "Pernikahan" (Buat yang belum nikah neh...)

Start:     Feb 17, '07
End:     Mar 17, '07
Location:     Mesjid Raya At-Taqwa, Pasar Minggu Jakarta Selatan
Assalamu'alaikum Wr.Wb

Untuk para Calon Pengantin Pria dan Calon Pengantin Wanita, silahkan berkesempatan untuk hadir dan menyimak acara; Dialog Interaktif "Pernikahan" dengan para Guru Dakwah.

Tempat: Mesjid Raya At-Taqwa, Pasar Minggu Jakarta Selatan
Waktu: Setiap Malam Ahad 19.30-06.00 wib (MABIT)


Jadwal Februari - Maret 2007


Tanggal: 17-Feb-07
Tema; Mengkondisikan Orang Tua
Pembicara: Ust. Ferry Noer. Ssi

Tanggal: 24 Feb-07
Tema: Khitbah, NIkah, dan Walimah
Pembicara: Ust. HIlman Rosyad Syihab, Lc

Tanggal: 3-Mar-07
Tema: Bila Jodoh Tak Kunjung Datang
Pembicara: Ust. Abdul Aziz Abdurra'uf, Lc. Al-Hafidz

Tnggal: 10-Mar-07
Tema: Bila dilamar/menikah dengan seseorang yang tidak "Tarbiyah"
Pembicara: Ust. Ferry Noer, Ssi

Tanggal: 17-Mar-07
Tema: Poligami: Solusi atau Masalah
Pembicara: Ust. Satria Hadi Lubis, MM. MBA

Partisipasi Acara: Rp.10.000,- (1x pertemuan bayar di tempat)
Info LEngkap: 021-92921514 / 08588 58 58 273

Semoga Manfaat...

Wassalamualaikum

Diskusi di INSISTS "Relativisme Kebenaran: Tren Baru Beragama Masyarakat Modern (Dari Nurcholish Madjid sampai Nasr Hamid Abu Zaid)"

Start:     Feb 17, '07
Location:     INSISTS Jakarta Jalan Kalibata Utara II/84 Jakarta

Hadiri diskusi Sabtuan di kantor INSISTS dengan tema; "Relativisme Kebenaran: Tren Baru Beragama Masyarakat Modern (Dari Nurcholish Madjid sampai Nasr Hamid Abu Zaid)"


Hidayatullah.com--Hampir tidak satu pun kalangan pemikir liberal yang menolak keabsahan paham relativisme; sebagai pola pikir, metode bahkan mendudukkannya sebagai hakekat kebenaran itu sendiri.

Relativisme adalah akar dari liberalisme, sekularisme, pluralisme agama dan feminisme. Dalam dunia akademis saat ini,--di samping dunia politik tentunya-- paham relativisme seringkali dijumpai. Bahkan oleh banyak khalayak, paham relativisme diyakini sebagai paham moderat yang tidak suka main "hitam-putih".

Hampir tidak satu pun kalangan pemikir liberal yang menolak keabsahan paham relativisme; sebagai pola pikir.

Bahkan, Prof. Dr. Syafii Maarif, mantan Ketua PP Muhammadiyah menegaskan mutlaknya kebenaran relatif dengan mengatakan bahwa kebenaran Al-Quran adalah mutlak, karena berasal dari yang Maha Mutlak. Tetapi kemutlakan tersebut menjadi nisbi saat memasuki otak dan hati manusia. Maka segala penafsiran tentang Al-Quran, kata dia, tidak pernah mencapai posisi mutlak benar, siapa pun manusianya. Syafii memandang orang yang memutlakkan penafsirannya, berarti ia telah mengambil alih otoritas Tuhan, yang artinya sejajar dengan syirik.

Relativisme, adalah sebuah doktrin bahwa ilmu pengetahuan, kebenaran dan moralitas wujud dalam kaitannya dengan budaya, masyarakat maupun konteks sejarah, dan semua hal tersebut tidak bersifat mutlak. (the doctrine that knowledge, truth, and morality exist in relation to culture, society, or historical context, and are not absolute).

Di jaman modern ini, relativisme digunakan sebagai pendekatan ilmiah dalam kajian sosiologi dan antropologi. Anehnya, relativisme sebagai pendekatan dalam disiplin ilmu sosiologi dan antropologi, oleh sebagian tokoh justru digunakan untuk membedah dan menjadi hakim atas teks-teks keislaman; termasuk Al-Qur'an dan al-Hadits.

Tak mengherankan, bila kemudian "ijtihad" yang dihasilkannya pun terkesan benar-benar "baru" dan belum pernah dikenal sebelumnya. Sebagai contoh persamaan bagian waris antara laki-laki dan perempuan, bolehnya pernikahan Muslimah dengan non Muslim, Al-Qur'an bukanlah kitab suci dan tidak pernah diniatkan untuk itu, halalnya homoseksual, laki-laki harus terkena 'iddah seperti halnya wanita, semua agama sama-sama benarnya dan punya hak yang sama mendapatkan surga dsb.

Bagaimana sebenarnya kedudukan relativisme dalam kajian agama? Bukankah Imam Syafii juga pernah mengatakan: "Pendapatku benar namun mengandung kesalahan, dan pendapat selainku salah namun mengandung kebenaran?" Dan apakah dampak serius relativisme bila diterapkan dalam studi agama Islam? Apakah perbedaan relativisme dengan konsep ilmu dalam Islam?

Ikuti diskusi Sabtu-an di kantor INSISTS Jakarta Jalan Kalibata Utara II/84 Jakarta, telpon, 021-7940381 dengan tema; "Relativisme Kebenaran: Tren Baru Beragama Masyarakat Modern (Dari Nurcholish Madjid sampai Nasr Hamid Abu Zaid)".

Pemateri: Henri Shalahuddin, MA, alumni Pesantren Modern Darussalam Gontor, Ponorogo dan lulusan ISTAC, Malaysia, pada Pukul 10-12 WIB; 17 Februari 2007.

Untuk konfirmasi tempat, silahkan hubungi 021-7940381; atau sms (08176895797; 081316663707). Bagi peserta akan disediakan makalah.

Sunday, February 11, 2007

Daftar Tema Diskusi INSISTS Tahun 2007

Rating:★★★★★
Category:Other
Daftar Tema Diskusi INSISTS Thn 2007




NoTemaTanggalPemateri
1Mengapa Barat menjadi sekuler-Liberal?10-FebAdian Husaini, MA
2Membedah Relativisme Beragama Nurcholish Madjid17-FebHenri Shalahuddin, MA
3Tafsir al-Maidah 69 dan al-Baqarah: 6224-FebDR. Mukhlis Hanafi
4Kritik terhadap Sekularisasi Nurcholish Madjid03-MarAdnin Armas, MA
5Konsep Islam sebagai satu-satunya Agama Wahyu10-MarAdian Husaini, MA
6Konsep Islamisasi Ilmu17-MarAdnin Armas, MA
7Teori Penafsiran al-Qur'an Nasr Hamid Abu Zaid24-MarHenri Shalahuddin, MA
8Membedah Hermeneutika Filsafat31-MarAdnin Armas, MA
9Respon Kristen terhadap Modernitas: Studi Kasus Gereja Katolik07-AprAdian Husaini, MA
10Integritas Pemikiran Islam: Studi Kasus Kitab Ihya Imam al-Ghazali14-AprHenri Shalahuddin, MA
11Kritik Pemikiran Arkoun tentang Studi al-Qur'an21-AprAdnin Armas, MA
12Sejarah Konflik Islam dan Barat28-AprAdian Husaini, MA
13Apa Bedanya Mu'tazilah dan Islam Liberal? Studi Kasus al-Quran05-MayHenri Shalahuddin, MA
14Pluralisme, Freemason dan Teoshopi12-MayAdnin Armas, MA
15Kristenisasi di Indonesia: Tinjauan Historis dan Teologis19-MayAdian Husaini, MA
16Pengaruh Kristen terhadap Pemikiran Nasr Hamid Abu Zayd26-MayHenri Shalahuddin, MA
17Mengkaji Perdebatan Filsafat antara al-Ghazali dan Ibn Rusyd 02-JunAdnin Armas, MA
18al-Ghazali dan Perang Salib: Studi Kasus Kebangkitan Islam Abad 1209-JunAdian Husaini, MA
19Konsep Ilmu dalam Islam16-JunAdnin Armas, MA





* Susunan tanggal dan tema menyesuaikan waktu dan kesediaan pemateri


Tempat: Kantor INSISTS


Jl. Kalibata Utara II/84 Telp 021 7940381


Waktu: 10.00 - 12.00 WIB

Friday, February 9, 2007

Seminar Gerakan Pembaharuan Islam, 3 February 2007


Adian Husaini, MA, lahir di Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia, pada tanggal 17 Desember 1965. Pendidikan Islam diperoleh dari Madrasah Diniyah Nurul Ilmi Bojonegoro (1971-1977), Pondok Pesantren Ar Rasyid Kendal Bojonegoro (1981-1984), Pondok Pesantren Ulil Albab Bogor (1988-1989), dan Lembaga Pendidikan Bahasa Arab, LIPIA Jakarta (1988).

Gelar Master dalam bidang Hubungan Internasional diperoleh dari Pasca Sarjana Program Hubungan Internasional Universitas Jayabaya Jakarta, dengan tesis berjudul PRAGMATISME POLITIK LUAR NEGERI ISRAEL. Saat ini sedang menempuh pendidikan program Ph.D. di Institute of Islamic Thought and Civilization-International Islamic University Malaysia (ISTAC-IIUM).

Aktivitas ilmiah dan organisasi adalah sebagai peneliti di Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES) Jakarta, peneliti di Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSIST), Staf di Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia (PKTTI-UI) Jakarta. Juga menjabat sebagai Sekjen Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam/KISDI, Sekjen Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina-Majelis Ulama Indonesia (KISP-MUI), dan Anggota Komisi Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Pernah menjadi wartawan di Harian Berita Buana Jakarta, Harian Republika Jakarta, dan analis berita di Radio Muslim FM Jakarta, serta dosen Jurnalistik dan pemikiran Islam di Universitas Ibnu Khaldun Bogor dan Pesantren Tinggi (Ma’had ‘Aly) Husnayain Jakarta.

Inilah sedikit oleh-oleh foto dari seminar tanggal 3 kemarin. Untuk file audio seminarnya bisa didownload disini :

http://indrayogi.multiply.com/music/item/133

Semoga bermanfaat !


"Barangsiapa yang menempuh jalan yang menuju ke pengetahuan, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga, dan para malaikat mengembangkan sayapnya karena senang pada orang yang mengincar ilmu, serta seluruh penghuni surga dan bumi bahkan ikan di kedalaman lautan, memohon ampunan untuknya" [HR.Ibnu Hanbal 196]