Tuesday, December 27, 2005

Buku : Shaidul Khathir, Cara Manusia Cerdas Menang Dalam Hidup

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Imam Ibnu Al Jauziy
Judul asli : Shaidul Khatir
Penerbit : Maktabah Nazar Musthafa al-Baz
Pengarang : Imam Ibnu Al Jauziy
Judul terjemahan : Shaidul Khathir, Cara Manusia Cerdas Menang Dalam Hidup
Penerbit : Pustaka Maghfirah, 2005


Anda tahu bahwa Anda terkalahkan oleh hawa nafsu Anda, dan Anda tahu bahwa Anda tak sanggup menaklukkannya. Alangkah anehnya, jika Anda gembira dengan ketertipuan Anda, larut dalam kealpaan Anda terhadap hal yang tersembunyi dari dari Anda. Anda tertipu oleh kesehatan Anda, namun Anda lupa betapa dekat penyakit dari diri Anda. Anda bangga dengan afiatmu namun Anda lalai akan betapa dekat saat sakit Anda.

Telah Anda saksikan dengan mata kepala sendiri tempat pembaringan akhir Anda, dan telah tampak di hadapan Anda ranjang-ranjang kematian lewat orang-orang yang ada di sekitar Anda. Sungguh Anda telah tenggelam dan hanyut dalam kelezatan-kelezatan dunia, hingga Anda lupa akan kerusakan diri Anda:

Kau laksana tidak dengar kabar orang-orang yang telah berlalu
Tidak juga kau lihat waktu memperlakukan teman-temanmu
Jika engkau tak sadar itulah rumah-rumah abadi mereka

Kubur-kubur mereka lenyap tertimpa angin menderu. Betapa banyak Anda lihat penghuni rumah yang tak pernah memasukinya, sebelum dia dipaksa memasukinya. Betapa banyak pemilik singgasana, diduduki musuh-musuhnya setelah dia diturunkan secara paksa?! Wahai orang-orang yang detik-detiknya terus merambat menuju ke sana! Namun anehnya kelakuannya seperti manusia yang tak tahu dan tak mengerti apa-apa. Bagaimana mata bisa nyenyak terpejam? Padahal dia tak tahu kemana tempat kembali.

Disadur dari Buku Best Seller Sepanjang Masa "Shaidul Khathir" Karya Ibnu Jauzi (terjemahan) diterbitkan oleh Maghfirah Pustaka Jakarta, 2005
___________________________________________

Komentar dari Dr. Aidh al-Qarni :

"Buku paling bagus dan paling menarik yang pernah saya baca adalah SHAID AL-KHATHIR karya Ibnu al-Jauziy. Dalam pandangan saya, buku ini adalah buku terbaik yang pernah ditulis oleh ulama besar ini. Sulit bagi kita untuk tidak membaca buku ini. Selain tidak berat dan tidak sulit, buku ini menggambarkan kejujuran penulisnya, keluasan cakrawala ilmunya, kekayaan pengalamannya, kecermatan analisanya, dan kelurusan pikirannya. Buku ini merupakan buah kehidupannya.

Saya menyarankan Anda untuk membaca buku ini. Isinya sangat menarik, sarat dengan pesan moral, penuh dengan pengalaman-pengalaman manusia yang cukup panjang. Bahasanya lugas dan penyampaiannya sederhana sehingga mudah dicerna dan dipahami oleh setiap orang. Buku ini telah dikomentari oleh begitu banyak cendekiawan dan diterbitkan dalam berbagai bahasa, selalu laris di pasaran dan bisa diterima oleh banyak kalangan seolah-olah buku ini baru saja ditulis. Buku ini telah memberikan manfaat yang tidak terhitung kepada umat ini. Siapa yang ingin menulis, menulislah sepertinya dan tirulah pola yang digunakannya."

More books review, click here.

Buku : Syarah Tsalatsatul Ushul

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Judul Asli : Syarh Tsalasatil Ushul
Penulis : Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Pensyarah :Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Penerbit : Al-Qowam, Solo


Halaman pertama dari buku tersebut diawali dengan tulisan tentang biografi penulis Kitabut Tauhid yaitu Al-Imam Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, beliau adalah ulama besar yang dilahirkan di negeri Al 'Uyainah pada tahun 1115 H, dalam rumah yang penuh ilmu, kemulyaan dan agama. Sebelum usia sepuluh tahun beliau sudah hafal Al-Qur'an, lalu mempelajari ilmu fikih sampai mendalam, dan beliau banyak membaca kitab-kitab tafsir dan hadits dan selalu terlihat menuntut ilmu, baik di siang atau malam hari. Diantara guru beliau adalah Al-Allamah As Syaikh Abdullah bin Ibrahim Asy Syamiri, Syaikh Abdullah bin Ibrahim dan seorang ahli hadits tersohor yaitu Muhammad Hayat As-Sindy, beliau banyak memiliki karya-karya yang bermanfa'at. Dan Rahimahullah meninggal pada tahun 1206 H.

Sedangkan pensyarah Kitabut Tauhid ini adalah Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, yang dilahirkan di kota 'Unaizah pada tanggal 27 Ramadhan 1347 H, beliau belajar Al-Qur'an kepada kakek dari pihak ibunya, yaitu Abdurrahman bin Sulaiman Al-Damigh Rahimahullah sampai hafal, kemudian kepada Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa'dy yang dikategorikan sebagai Syaikh-nya yang utama beliau belajar kitab Tauhid, Tafsir, Hadits, Fiqih, Ushul Fiqih, Fara'idh, Musthalahul hadits, Nahwu dan Sharaf, disamping itu juga beliau belajar kepada Syaikh Abdul Aziz bin Baz Rahimahullah yang merupakan guru kedua beliau setelah Syaikh As Sa'dy. Beliau Hafizhahullah banyak memiliki karangan salah satu diantaranya kitab ini. Dan sekarang ini beliau menjadi anggota Hai'atu Kibaril Ulama Saudi Arabia.

Dengan memperhatikan penulis dan pensyarahnya, dan latar belakang keilmuan kedua ulama tersebut, maka tak pelak lagi buku ini merupakan kitab yang agung dan sangat berfaedah, dan dari sini juga, kita dapat mengambil suatu contoh dan pelajaran yang sangat besar sekali, yaitu ; walau terjadi perbedaan kurun waktu diantara ulama-ulama Ahlus Sunnah, tetapi dari generasi terdahulu sampai generasi sekarang diantara mereka para Ulama Salaf tidak ada perbedaan dalam memahami agama Islam ini, malahan mereka saling menjelaskan satu dengan yang lainnya. Dan dalam perkataannya, mereka selalu mendahulukan telah berfirman Allah Azza wa Jalla dan telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, sehingga perkataan dan ilmu mereka dipenuhi dengan faedah dan manfaat yang amat luas serta banyak, karena dilandasi firman Allah dan sabda Rasulullah.

Sesuai dengan judulnya buku ini menjelaskan tentang Tiga Landasan Utama dan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskannya untuk kita dengan bahasa yang sistimatis, ringkas dan lugas, sehingga anda-pun insya Allah bisa lebih cepat untuk memahaminya, seperti masalah-masalah ; Makna Ibadah, Pengertian Rabb beserta Dalilnya, Tafsir Tauhid, Rukun Iman, Penjelasan tentang Hijrah, Dakwah setiap Rasul adalah Ibadah kepada Allah dan Larangan Syirik, Syarat Tinggal di Negeri Kafir, dan lain-lain permasalahan yang berhubungan dengan tiga landasan utama, yaitu : Siapa Tuhanmu.? Apa Agamamu ? dan Siapa Nabimu ?.

Dengan ulasan singkat ini dan kekaguman terhadap buku tersebut, maka sangat wajarlah apabila aku menyarankan temen-temen semua untuk memiliki buku tersebut, dan ajaklah keluarga atau temen yang lain untuk membacanya, dengan demikian, insya Allah andapun sudah termasuk orang yang meyebarkan dakwah. More book reviews, click here.


End of the year



Assalamualaikum wr wb,


Ngga
terasa sekarang kita telah berada di penghujung tahun. Waktu seperti
terasa begitu cepat berjalan. Rencana dan tujuan berlibur pun mulai
banyak dipertanyakan dari temen-temen kita. Ada yang punya rencana ke
pantai, backpacking, party all night long dan banyak lagi rencana
lainnya untuk menyambut tahun baru ini dan yang pasti kata mereka harus
lebih baik perayaannya dibanding tahun-tahun sebelumnya. Semua manusia
di muka bumi ini tentu akan berharap mendapatkan yang lebih baik di
tahun yang akan datang. Semangat baru, pacar baru, mobil baru,
pekerjaan baru dan semua yang "fresh from the oven".

Tapi
ternyata di penghujung tahun kemarin, sebagian dari kita malah seperti
sudah kehilangan harapan-harapan itu beserta hilangnya pula mimpi-mimpi
mereka. Harapan-harapan mereka runtuh bersamaan dengan runtuhnya
bangunan rumah mereka yang diterjang bencana. Mimpi-mimpi mereka hilang
bersamaan pula dengan hilangnya suami,istri,anak,sanak saudara dan
harta benda mereka yang dihanyutkan oleh ombak bencana.


Seperti terasa baru kemarin kita dikejutkan oleh berita di penghujung
tahun yang membuat semua manusia terperangah karena terjadinya bencana
alam yang sungguh hebat dan memakan ribuan bahkan puluhan ribu korban
meninggal. Saat itu disetiap media massa memuat berita yang sama dan
bermunculan pula website, blog yang mengkhususkan diri untuk menampung
informasi, dan sumbangan dari segala penjuru daerah di tanah air ini.
Semoga kita belum lupa atas apa yang terjadi setahun kemarin.


Jika hidup ini seperti buku yang dipercayakan oleh Allah kepada kita
untuk menulisnya. Maka kita bisa mengisinya sesuai dengan keinginan
kita, akan kita isi dengan kebaikan dan manfaat atau coretan-coretan
yang memalukan. Buku macam apa yang sedang kita tulis ? Apakah buku
pengetahuan, buku agama, buku filsafat, buku keuangan, ataukah buku
pornografi.

Semua tergantung apa yang paling sering kita
lakukan dan apa yang paling kita kejar dalam hidup ini. Tapi di buku
yang berjudul kehidupan ini tak seorangpun yang tahu berapa halaman
lagi yang tersisa. Jika halaman telah habis maka buku itu akan
dikembalikan kepada Sang Pemilik. Buku yang indah dan bermanfaat akan
ditempatkan ke tempat terhormat di sisi-Nya sedangkan yang tak
bermanfaat akan dicampakkan atau dibakar sebagai sampah.

Dan
sekarang lembaran baru dari buku kehidupan kita akan segera datang
menyapa. Banyak janji yang terucap dan tak sedikit pula rencana yang
dibuat. Entah apakah di tahun baru kali ini segala janji dan rencana
itu akan terlaksana dan sudah menjadi hal yang lumrah bagi sebagian
besar masyarakat dunia bahwa tahun baru adalah sesuatu yang identik
dengan perayaan yang sebenarnya kalau dalam konteks Islam maka hal itu
tidak ada. Bahkan beberapa dari kita mungkin akan bingung ketika
ditanya tentang kapan tahun baru itu menurut penanggalan Islam.


Perayaan tahun baru seperti apa yang akan anda lakukan tahun ini,
check-in di hotel, partying at the clubs or beach while drinkin vibe,
illusion or maybe weed smokin, atau mungkin lebih memilih berpikir
-agar kita lebih termotivasi untuk menjadi lebih baik di tahun yang
akan datang- andaikan lusa adalah kiamat, saat langit terguncang dan
gunung beterbangan orang yang tanpa dosa pun takut lalu bagaimana
dengan orang yang bertahun-tahun hidup dengan dosa.



Terdapat perbedaan
besar antara terompet tahun baru dengan terompet sangkakala, yang satu
menggambarkan kesenangan dan yang satu lagi menggambarkan ketakutan dan
kesedihan yang amat sangat. I just hope this end of the year doesn't turn into the end of....

Tapi sungguh Allah selalu mempunyai
hamba-hamba yang cerdas. Mereka menyifati dunia dengan bijaksana dan
takut akan fitnah. Ketika melihat dunia ini, maka mereka akan segera
menyadari bahwa dunia bukanlah negeri yang abadi. Mereka menganggapnya
lautan penuh deru ombak lantas mereka jadikan perbuatan shaleh sebagai
perahunya. Semoga kita termasuk para hamba itu. Semoga....

______________________________



Tulisan ini sekaligus mengundang temen-temen yang mau hadir untuk
diskusi kajian Islam dirumahku hari Sabtu tanggal 31 Desember 2005 jam
3 sore bersama Ustadz Fauzi Nurwahid. Dengan tema seputar instropeksi
diri dan perayaan tahun baru menurut Islam. Mudah-mudahan bermanfaat.




Wassalamu'alaikum wr wb







Surat untukmu


Assalamu'alaikum wr wb

________________________________________

Assalamu'alaikum wr wb



Apakabarmu calon istriku ? Bagaimana kabar keluargamu yang lain ? Kuharap semua baik-baik saja adanya dan selalu berada dalam lindungan-Nya. Walaupun aku belum mengenalmu dan juga belum pernah ku melihat wajahmu, tapi kata orang barat 'others might catch my eyes, but you caught my heart' :).

Wahai calonku,
Apakah kau menungguku ?. Menunggu untuk sebagian orang memang membosankan, tapi bagiku tidak begitu. Menunggu...hanya sedikit orang yang menganggapnya sebagai hal yang istimewa. Dan bagiku, menunggu adalah hal istimewa. Karena banyak manfaat yang bisa dikerjakan dan yang diperoleh dari menunggu. Membaca, menulis, diskusi ringan, atau hal lain yang bermanfaat.

Wahai perhiasan terindah...
Hidupmu jangan kau pertaruhkan. Hanya karena kau lelah menunggu. Apalagi hanya demi sebuah pernikahan. Karena pernikahan tak dibangun dalam sesaat, tapi ia bisa hancur dalam sedetik. Gerbang pernikahan adalah sesuatu yang sakral dan suci oleh karena itu masukilah gerbang itu dengan hati yang suci, tulus dan ikhlas karena sekali engkau berada didalamnya, maka Allah akan membenci ketika ada yang berusaha keluar dari gerbang itu. Isilah hari-harimu dengan bermunajat kepada-Nya, mohonlah petunjuk hanya kepada-Nya, doakan aku di shalat malammu. Mudah-mudahan kau juga mendapatkan hal-hal yang berfaedah selama menungguku. Aamiin.

Wahai calonku,
mungkin masa laluku tidak seperti ikhwan-ikhwan yang kau kenal, dan engkau pasti telah mendengar kisah tentangku yang rasanya memang sulit aku hapuskan dari sel-sel otakku. Oleh karena itu, tak ingin ku menutup-nutupi lagi tentang masa laluku kepadamu, biarlah kau mengetahui semua tentangku agar nantinya komunikasi antara kau dan aku dapat terbuka dan supaya lebih mudah engkau menerimaku apa adanya dan begitu juga sebaliknya.

Calonku,
Beberapa keluarga terdekatku pernah menanyakan tentangmu. Memang tidak secara detil mereka bertanya tapi aku bisa menangkap bahwa mereka bertanya tentang siapa calonku nanti, yaitu kamu. Pertanyaan-pertanyaan mereka hanya kujawab dengan senyuman karena aku ingin membuat kejutan untuk mereka nanti. Ya, pasti mereka akan terkejut ketika tahu bahwa nanti akan ada seorang bidadari yang hidup ditengah-tengah mereka. Tak sabar kuingin melihat ekspresi wajah mereka nanti :).

Dan yang pasti selama aku menunggu saat itu datang, aku akan introspeksi diriku sebelum melangkah mengarungi kehidupan ini bersamamu calonku. Agar aku bisa menjadi manusia yang baik dihadapan-Nya dan dihatimu, agar aku layak menjadi nahkoda kesayanganmu nanti. Kau pasti pernah mendengar di Al Quran surat An Nuur ayat 26 yang isinya tentang laki-laki yang baik untuk wanita yang baik dan begitu juga sebaliknya, aku ingin seperti itu agar layak mendampingimu nanti. Kalau sampai saat ini kita belum juga dipertemukan oleh-Nya, aku yakin itu karena aku belum cukup baik untukmu. Aku ingin menjadi laki-laki yang baik untukmu karena kuyakin kau juga yang terbaik untukku dan pilihan Allah takkan pernah salah :).

Calonku,
aku pasti datang, tapi mungkin tidak sekarang. Karena jalan ini masih panjang. Banyak hal yang menghadang. Hatiku pun melagu dalam nada angan. Seolah sedetik tiada tersisakan. Resah hati tak mampu kuhindarkan. Tentang sekelebat bayang, tentang sepenggal masa depan.

Calon istriku...
Ku tahu kau merinduiku, bersabarlah, saat indah 'kan menjelang jua. Saat kita akan disatukan dalam ikatan indah pernikahan. Apa kabarkah kau disana ? Lelahkah kau menungguku berkelana ?, lelahkah menungguku kau disana ?, tetap bertahanlah disana. Aku akan segera datang, sambutlah dengan senyum manismu. Bila waktu itu telah tiba, kenakanlah mahkota itu, kenakanlah gaun indah itu. Masih banyak yang harus kucari, 'tuk bahagiakan hidup kita nanti. Doakan aku ukhti dan tetap bersabarlah menanti...


Wassalamu'alaikum wr wb

________________________________________



Wanita-wanita yang tidak baik adalah untuk laki-laki yang tidak baik,
dan laki-laki yang tidak baik adalah buat wanita-wanita yang tidak baik (pula),
dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik
dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)

[QS : An Nuur: 26]

Surat cinta dari-Nya ini ternyata membuatku dan para hamba-Nya berpikir lebih arif dan bijaksana dalam memilih pasangan hidup. Membuat kita para hamba-Nya mengoreksi diri kita sendiri, sudah cukup baikkah kita untuk menjadi pasangan hidup seseorang. Adalah suatu hal yang egois ketika mengharapkan pasangan yang terbaik sementara diri ini sendiri masih jauh dari kata "terbaik". Allah Maha Adil dan merupakan sunnatullah bahwa orang yang baik akan mendapatkan yang baik pula, begitupun sebaliknya. Sudah cukup baik dan pantaskah kita untuk mendapatkan yang terbaik dari-Nya.


Wassalamu'alaikum wr wb

Monday, December 26, 2005

Bandung-Daarut Tauhid, 24-25 Desember 2005




Setelah dari Tasik tanggal 23-nya, kita (Aria, Boy, Dani) berempat melanjutkan perjalanan ke Bandung dan rencana kita memang menginap di rumah Dani di daerah Kawaluyaan. Hari Sabtu tanggal 24 kita muter-muter kota Bandung, atau mungkin lebih tepatnya mah muter dari distro satu ke distro lainnya, dari f.o satu ke f.o lainnya hehehe. Saya mah cuma nemenin ajah kakak saya dan temen-temennya belanja. Tapi lumayan, akhirnya dibeliin kemeja juga sama kakak saya, mungkin dia ngga tega juga kali yah liat saya ngalamun wae di luar toko hehehe.

Hari Minggu pagi adalah hari yang kita tunggu karena saya dikabari sama temen bahwa hari itu akan ada Aa Gym ngisi ceramah di Daarut Tauhid jam 11 siang. Kebetulan karena saya dan kakak saya belum pernah ke sana, jadi makin penasaran. Ta'limnya dimulai jam 9 pagi dengan pembicara Ust. Fuad yang materi ceramahnya tentang "Niat". Setelah 2 jam beliau ceramah, beliau mengatakan bahwa sesi selanjutnya yang jam 11 akan diisi oleh Ust. Jalaludin As-Syatibi. Itu berarti Aa Gym berhalangan hadir :(. Tapi ternyata dua ustadz pengganti tadi cukup pinter ngabodor, jadinya suasana tetap segar. Sesegar wajah-wajah yang datang pagi itu, kalau kata ustadz Fuad, "Nah ini dia wajah-wajah tawadu....", sebagian hadirin ada yang senyum-senyum malu ketika dibilang seperti itu. Lalu dilanjutkan oleh Ust. Fuad dengan pelesetannya, "TAra maWA DUit"....

Daarut Tauhid memang beda. Saya kesana hanya berdua dengan kakak saya, sedangkan temannya yang lain memilih jalan-jalan ke tempat yang lain, rugi pisan euy hehe.Saya dan kakak saya (Aria) sudah merasakan atmosfir yang berbeda ketika baru memasuki pintu gang Gegerkalong. Dengan spontan kita berdua ngucap Subhanallah, karena kita ngga melihat pemandangan seperti di tempat-tempat lain. Istilahnya, kampung DT itu seperti menjadi kampung tersendiri yang berisikan komunitas muslim. Toko-toko dan perusahaan yang ada di sederetan jalan itu hampir semuanya berisikan ruh Islami. Di pinggir-pinggir jalan banyak kita temui wajah-wajah calon bidadari surga.

Selanjutnya silahkan dilihat foto-fotonya aja...

 

Sunday, December 25, 2005

Tasikmalaya, 23 Desember 2005




Ini hasil jalan-jalan saya tanggal 23 Desember ke Tasik. Saya kesana dengan kakak, Aria (kacamata) bersama dua orang temannya, Boy dan Dani. Tujuan kita berempat ke Tasik karena selain jalan-jalan mengisi libur natal yang lumayan panjang, dan juga bersilaturahmi ke saudaranya Boy yang bertugas disana sebagai kasatlantas. So here's the pictures....



Wednesday, December 21, 2005

Buku : Muzil Al-Ilbas fii Al-Ahkam 'ala An-Nas

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Reference
Author:Sa'id bin Shabir Abduh
Judul asli : Muzil Al-Ilbas fii Al-Ahkam 'ala An-Nas
Penulis : Sa'id bin Shabir Abduh
Penerbit : Griya Ilmu
Cetakan : I (pertama), September 2005
Tebal : vi + 364 halaman
Harga : Rp 33.000,- (Kwitang price)


Muzilul Ilbas, Hukum Mengkafirkan dan Membid'ahkan


Kita sering terkejut tatkala mendengar seseorang berkomentar, "Si itu kafir", "Si anu ahli bid'ah", "Si ini ahli maksiat". Demikian pula ketika ada yang berkata, "Al Quran adalah mahluk", "Allah ada dimana-mana", bahkan lebih dari itu bahwa "Al Quran sudah tidak sesuai lagi dengan zaman modern".

Apakah semata melakukan perbuatan kekufuran, bid'ah, bergaul dengan pelaku maksiat telah menyebabkan seseoarng dianggap kafir ?, ahli bid'ah, dan ahli maksiat ? Ataukah ada perkara-perkara yang perlu diperhatikan sebelum kita menetapkan hukum kepada seseorang ? Bagaimana pula sikap kita dengan orang-orang yang berkata "Al Quran adalah mahluk", "Allah ada dimana-mana" dan "Al Quran sudah tidak sesuai lagi dengan zaman modern" ?

Buku ini disusun oleh Sa'id bin Shabir Abduh. Penulis dengan penuh kesungguhan menyajikan pembahasan-pembahasan menarik dan syarat makna berkaitan dengan kenyataan-kenyataan kekinian tentang penetapan hukum kepada seorang Muslim, apakah ia kafir, ahli bid'ah, ataukah Ahlus Sunnah, yang ia nukil dari tulisan, jawaban, dan buku-buku para ulama Salaf terkemuka abad ini. Diantaranya, Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Syaikh Abdullah bin Jibrin, dan Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani.

Penulis banyak mengambil rujukan dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang salah satunya adalah, "Saya termasuk orang yang paling keras melarang mengkafirkan orang tertentu, ataupun menuduhnya fasiq dan maksiat, kecuali jika terbukti bahwa telah sampai kepadanya hujjah risalah dimana orang yang menyalahinya dapat menjadi kafir, fasiq, atau bermaksiat." [Majmu Al-Fatawa 3/229]. Penulis juga mengambil banyak referensi dari Syaikh Abdullah bin Muhammad bin Abdul Wahhab yang memperingatkan, "Secara ringkas, orang harus menasihati dirinya untuk tidak berbicara masalah ini kecuali dengan ilmu dan hujjah dari Allah...". [Ad-Dur As-Sunniyah 8/217]

Buku ini insya Allah akan menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas secara tuntas, sehingga kita akan lebih bijaksana dan berhati-hati dalam menetapkan hukum kepada sesama Muslim. Juga menjelaskan bagaimana sikap kita dalam bermuamalah dengan non Muslim dari kalangan Yahudi, Nasrani dan isme-isme lainnya.

Bukankah berhati-hati dalam bersikap dan tidak tergesa-gesa menetapkan hukum kepada sesama Muslim adalah sesuatu yang diperintahkan oleh Rasulullah saw kepada umatnya. Jangan sampai sikap terburu-buru menyebabkan kita tergolong dalam kategori yang disebutkan oleh Rasulullah saw dalam sabdanya, "Jika seseorang berkata kepada saudaranya, 'Wahai kafir!' maka tuduhan itu akan kembali kepada salah satu dari keduanya". [HR.Bukhari, Al-Adab, bab Man akfara akhahu bi ghairi takwilin fahuwa kama qala. Fathul Bari 10/514]