Friday, March 3, 2006

Masjid Tours : Masjid Demak, Indonesia






Bangunan yang terbuat dari kayu jati ini berukuran 31 m x 31 m dengan bagian serambi berukuran 31 m x 15 m. Atap tengahnya ditopang oleh empat buah tiang kayu raksasa (saka guru), yang dibuat oleh empat wali di antara Wali Songo. Saka sebelah tenggara adalah buatan Sunan Ampel, sebelah barat daya buatan Sunan Gunung Jati, sebelah barat laut buatan Sunan Bonang, sedang sebelah timur laut yang tidak terbuat dari satu buah kayu utuh melainkan disusun dari beberapa potong balok yang diikat menjadi satu (saka tatal), merupakan sumbangan dari Sunan Kalijaga. Serambinya dengan delapan buah tiang boyongan merupakan bangunan tambahan pada zaman Adipati Yunus (Pati Unus atau pangeran Sabrang Lor), sultan Demak ke-2 (1518-1521) pada tahun 1520.


Masjid Tours : Masjid Cordoba, Spanyol





Masjid yang dibangun pada masa Abdurrahman III dari Bani Umayyah ini tinggi menaranya 40 hasta di atas batang-batang kayu berukir dan ditopang oleh 1293 tiang yang terbuat dari berbagai macam marmer bermotif papan catur. Di sisi selatan tampak 19 pintu berlapiskan perunggu dengan kreasi yang sangat menakjubkan. Sementara pintu tengahnya berlapiskan lempeng-lempeng emas. Tapi sangat disayangkan, masjid Cordoba di Spanyol ini kini tinggal sejarah....


Masjid Tours : Masjid Huaishengsi, China




Peradaban Islam memang tidak mengenal wilayah penyebarannya. Salah satu buktinya adalah masjid di Guangzhou, China ini. Have a nice watch.

Thursday, March 2, 2006

Masjid Tours : Masjid Hussain, Mesir




Assalamu'alaikum,

Masjid Hussain ini terletak di Mesir dan di masjid ini banyak tersimpan peninggalan Nabi Muhammad seperti pedang, jubah dan sebagainya. Di masjid ini pula disimpan mushaf Ustman. Itu semua akan diperlihatkan di klip ini. Selamat menyaksikan. :)

Wassalamu'alaikum

Masjid Tours : Masjid Nabawi, Madinah




Assalamu'alaikum,

Kita jalan-jalan yuks. Kali ini yang kita "datangi" adalah masjid Nabawi di Madinah. Klip ini disertai dengan narasi berbahasa Indonesia dengan durasi sekitar 7 menit dan file size 5mb. Masjid yang dibangun Rasulullah SAW bersama para sahabat dan kaum Muslimin di tengah kota Madinah. Pembangunannya dimulai pada Rabi’ul Awal tahun 1 Hijriyah (September 662 M) segera setelah beliau hijrah dari Makkah ke Madinah.

Pada awalnya, masjid ini sangat kecil, yaitu hanya seluas 1.050 meter persegi. Tiang-tiang dan atap dibuat dari batang kurna. Sedangkan penerangannya dari pelepah kurma yang dibakar.

Pada tahun 1985 M, pembangunan Masjid Nabawi ini sempat tertunda. Kemudian diteruskan pembangunannya seluas 82.000 meter persegi, yang mengitari dan menyatu dengan bangunan masjid yang sudah ada. Dengan bangunan baru ini, luas lantai dasar Masjid Nabawi menjadi kira-kira 98.000 meter persegi, yang dapat menampung 167.000 jamaah. Dan lantai atas yang luasnya 67 meter persegi dapat menampung sebanyak 90.000 jamaah.

Apabila masjid dipenuhi jamaah shalat, maka Masjid Nabawi dan halamannya dapat menampung 650.000 jamaah pada musim biasa. Dan lebih satu juta jamaah pada musim haji atau bulan Ramadhan. Halamannya pada saat ini sebanding dengan kota Madinah ketika kehadiran pertama Rasulullah.

Shalat di masjid Nabawi ini lebih utama dari 1000 kali shalat di tempat lain. Sabda Nabi: “Shalat di masjidku lebih utama dari 1000 shalat di tempat lainnya, kecuali Masjidil Haram dan shalat di tempat lainnya” (Muttafaq Alaih).

Mudah-mudahan klip ini bisa berguna untuk menambah pengetahuan dan juga menambah kerinduan kita akan tanah Haramain (Mekah-Madinah).

Wassalamu'alaikum

Wednesday, March 1, 2006

Umroh trip, 10-20 Juli 2005 (Re-post)





Assalamu'alaikum,


Sebenernya sebagian foto-foto umroh ini sudah pernah saya post di album foto mp ini. Cuma yang dulu size nya kecil-kecil dan kurang banyak yang saya upload dan yang sekarang ini saya tambah lagi sekalian info-infonya juga sizenya saya biarkan original supaya bisa sekalian backup. Soalnya beberapa bulan yang lalu harddisk saya sempat crash dan foto-foto umroh ini sempat ikut hilang data-datanya. Makdar it, saya re-post lagi deh foto-foto itu disini. Dan jujur, ini saya re-post juga karena tiba-tiba kangen dengan suasana selama umroh, mulai dari persiapan berangkatnya, deg-degan di pesawatnya, sampai momen dimana airmata mesti jatuh ketika bersujud di depan Ka'bah.

Kenangan di Ka'bah

Ka'bah, sesuatu yang hampir selama 24 tahun hanya saya lihat di majalah, tv dan sajadah, alhamdulillah tahun kemarin saya diberikan kesempatan untuk melihatnya dan menyentuhnya secara langsung. Jelas ada perasaan yang berbeda ketika bersujud di sajadah yang ada gambar Ka'bahnya dibandingkan ketika sujud dan beberapa meter di depan kita adalah Ka'bah. Rasanya saat itu adalah momen yang susah untuk dilupakan.

Ketika pertamakali saya dan rombongan umroh masuk ke dalam masjidnya, saya selalu deg-degan. Saya memikirkan, ya Allah apakah hamba-Mu ini sudah cukup suci dan layak mengunjungi Ka'bah-Mu ?. Berbagai macam pertanyaan khawatir selama perjalanan dari hotel menuju Ka'bah selalu terngian-ngiang di telinga saya. Dan ketika rombongan kami  mulai masuk ke dalam masjid, akhirnya saya sedikit demi sedikit mulai melihat bangunan berbentuk kotak hitam itu. Setelah jarak kami dan Ka'bah tinggal beberapa meter, saya tidak kuat menahan airmata. Semua perasaan campur aduk disitu dan mungkin bisa dibilang itu adalah airmata campur aduk antara terharu, takut dan gembira.

Setelah melakukan thawaf di sekeliling Ka'bah, rombongan kami melakukan sholat sunnah masing-masing di dekat maqom Ibrahim. Ketika sujud terakhir itulah saya panjatkan permohonan ampun atas segala dosa yang saya lakukan selama puluhan tahun ini. Saya sampai tidak sadar berapa lama saya sujud, tapi yang pasti ketika selesai salam, rombongan saya sudah menunggu semua di belakang saya.

Setelah itu kami menuju tempat sa'i. Ketika berjalan menuju tempat sa'i itu saya tidak tahu kalau kita menuju kesana dan saya kira rombongan saya itu sudah akan menuju ke hotel kembali. Disitu saya tidak kuat menahan airmata lagi karena saya pikir itu akan menjadi terakhir kalinya saya melihat Ka'bah. Seorang teman bertanya kenapa saya menangis dan saya jawab apa adanya yang saya tahu. Dia malah tersenyum sambil berkata, "Jangan kuatir, tiga hari kedepan Ka'bah ini milikmu dan boleh kamu datangi kapan saja kamu mau". Setelah mendengar penjelasannya tiba-tiba saya ingin mengatakan bahwa airmata saya ini disebabkan debu yang terbang :).

Duh kangennyaa.....Yuk ikut saya "umrah virtual" lewat foto-foto ini. Insya Allah di sebagian besar foto-foto ini ada info-info plus cerita yang mungkin bermanfaat buat temen-temen mp semua. Mudah-mudahan yang belum berkesempatan mengunjungi tanah suci, bisa segera dimudahkan jalannya oleh Allah. Amin Ya Robbal Alamin. :)


Wassalamu'alaikum