Thursday, September 28, 2006

Undangan Taaruf dan Dialog Bersama INSISTS

Start:     Oct 7, '06
Location:     INSISTS, Kalibata Utara
INSISTS dan Hidayatullah.com mengundang anda berdiskusi bersama Dr. Eliwarti Maliki (Doktor Bidang Fiqh Islam) dan Dr. Muchlis Hanafi  (Bidang Tafsir Al Qur’an), keduanya dari Universitas Al Azhar, Kairo

Bekerjasama penerbit Gema Insani Pers (GIP), Hidayatullah.com, Radio RAS FM, Radio Dakta FS dan  Hotel Sofyan,  Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS)  menggelar  taaruf dan diskusi bersama.

Acara diselenggarakan pada hari Sabtu, 7 Oktober 2006 dimulai jam 16.00 sampai selesai bertempat di Sekretariat INSISTS (Gedung Gema Insani), Jl. Kalibata Utara II/84, Jakarta, telp. (021)-7940381

Dr. Ellywarti Maliki  Al-Azhar adalah Doktor Bidang Fiqh Islam lulusan Universitas Al Azhar, Kairo. Muslimah asal Muara Labuh, beberapa saat lalu telah berhasil meraih cumlaude dengan disertasi berjudul, “Al-Ahkam As-syar’iyah Al-musthambathah min Qaidah Saddizara’i fi Fiqhil Mar’ah wa Taksyiruhu ‘alal binail Mujtama.” (Hukum-hukum syari’ah Islam yang diprediksikan dari Kaidah Saddizara’i dalam Fiqih Wanita dan penerapannya terhadap pembinaan masyarakat). Disertasinya itu bahkan direkomendasikan untuk dicetak oleh Universitas Al-Azhar.

Pembicara kedua adalah  Dr. Muchlis M. Hanafi. Muchlis adalah Doktor dalam Bidang Tafsir Al-Qur’an lulusan yang sama. Ia meraih predikat 'summa cum laude' dalam jurusan Tafsir Al-Qur'an dari Universitas Al-Ahzar.

Gelar doktor bidang Tafsir dan Ilmu Al-Qur'an itu diraihnya setelah berhasil  mempertahankan disertasi setebal seribu empat ratus tiga belas halaman (1413), dengan judul: Kitab Lawami' al-Burhân wa Qawathi al-Bayan fi Ma'ani al-Qur`an, Dirasah wa Tahqaq (Studi Filologi yang meliputi editing naskah, komentar, analisa dan kritik). Sebuah studi terhadap manuskrip yang ditulis Imam al-Ma`îni, salah seorang ahli tafsir abad lima hijriah (w. 537 H).

Biodata Pembicara :

Dr. Muchlis Muhammad Hanafi, MA

TTL : Jakarta, 18 Agustus 1971

Status : Nikah tahun 2000 dengan dua anak Fayyadh dan Wafa Ahdella

Tiba di Mesir : Oktober 1992
Alamat di Indonesia : Jl. Radjiman Widyodiningrat P. Jahe Kel. Jatinegara
Cakung Jakarta Timur
Alamat di Mesir : Swissry Project 87/1 10th Nasr City Cairo 2711533
Kekeluargaan : KPJ
Fakultas : Ushuluddin
Jurusan : Tafsir dan Ilmu-Ilmu Alquran
Universitas : Al-Azhar
Judul Disertasi :
كتاب لوامع البرهان وقواطع البيان فى معاني القرآن للمعيني (المتوفى سنة 537 ه)
من أوله الى آخر سورة القصص (دراسة وتحقيق)
Studi filologi yang mengikuti editing naskah, analisa, komentar dan kritik atas tafsir imam Al-Mai'niy (W537 H)
Tanggal Munaqasyah : 6 Maret 2006

Dengan predikat :
مرتبة الشرف الأولى مع التوصية بطبع الرسالة على نفقة الجامعة وتداولها بين الجامعات
Summa Cumlaude (Penghargaan Tingkat Pertama) disertai rekomendasi agar disertasi tersebut dicetak atas biaya universitas dan didistribusikan ke universitas-universitas lain
Lama Pendidikan : 3 tahun 6 bulan, dari tahun 2002 – 2006

Riwayat Pendidikan :

SD dan MI Jakarta Timur (1997 – 1983)
KMI Gontor Ponorogo (1983 – 1989)
PP. Tahfidz Alquran Sunan Pandanaran (1990 -1992)
S1 Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir dan Ilmu-Ilmu Alquran Tahun 1992-1996
S2 Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir dan Ilmu-Ilmu Alquran Tahun 1996-2000
S3 Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir dan Ilmu-Ilmu Alquran Tahun 2002-2006

Kesan selama menempuh pendidikan di Mesir :
Mesir pernah menjadi salah satu pusat peradaban islam, karena itu disini kita temukan banyak khazanah intelektual islam (turats) saya sangat menikmati dan menghayati hidup di tengah khazanah turats tersebut.

Pesan bagi mahasiswa lain:
Pergunakanlah waktu sebaik mungkin! Waktu / masa dalam alquran diungkapkan dengan kata "al-ashr", yang mengesankan bahwa waktu adalah sesuatu yang harus "diperas" agar menghasilkan sari pati kehidupan yang berharga. "Man lam takun lahu bidayatun muhriqah lam takun lahu nihayatun musyriqah" (Masa depan gemilang hanya dapat diperoleh dengan usaha keras menempa diri di awal perjalanan), demikian pesan seorang tokoh sufi besar Ibnu Athaillah.

(http://dikbudcairo.org/?pilih=lihat&id=118)
__________________________

Dr. Eliwarti Maliki, MA

Nama Panggilan : Elly Maliki

Nama Ayah : H. Maliki Yusuf
Nama Ibu : Hj. Siti Aminah binti Jalin
Tempat, tanggal lahir : Padang, 30 Oktober 1959
Kebangsaan : Indonesia
Agama : Islam
Asal Daerah : Sumatera Barat
Status : Bekeluarga dengan 3 orang anak
Nama Suami : Adywarman Arby
Nama Anak :
1. Ola Rosalia Arby 22 tahun. Mahasiswi tingkat IV, Fakultas Psycology, Universitas Mohammed V, Rabat, Maroko.
2. Afifa Arby 19 tahun. Mahasiswi tingkat II, Fakultas Kedokteran, Universitas 6 October, Cairo, Mesir.
3. Khalifa Arby 10 tahun. Grade V Manarat International School Jeddah, Arab Saudi.

Alamat surat : Consulate General of Brunei Darussalam
P.O. Box 15514, Jeddah 21454
Kingdom of Saudi Arabia.
Phone: 00966 2 672 4343
00966 2 672 5553

Alamat rumah : Ali bin Abi Thalib St. No. 55
Syarafiyah, Jeddah,
Kingdom of Saudi Arabia.
Phone/Fax: 00966 2 653 3401
Mobile: 00966 506616297
Email: ellymaliki@yahoo.com

Pendidikan :
2005 : Doktor, Fakultas Study Islam dan Bahasa Arab, Jurusan Fikih, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Judul Disertasi “Al-Ahkaam asy-Syar’iyyah al-Mustanbathah min Qaaidah Sadd Adz-Dzara’i fi Fiqh al-Mar’ah wa Ta’tsiiruha ‘ala binai al-Mujtama’. Ditempuh selama 5 tahun dan munaqasyah pada hari Khamis, 24 Februari 2005.
1991 : Magister, Fakultas Study Islam dan Bahasa Arab, Jurusan Fikih, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Judul thesis “Al-Imam Asy-Syafi’i wa Atsaruhu fi al-Fiqh al-Islamy”.
1982 : Lisance, Fakultas Study Islam dan Bahasa Arab, Jurusan Fikih, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
1977 : Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri, Jakarta, Indonesia.
1974 : Madrasah Tsanawiyah Ath-Thahiriyah, Jakarta, Indonesia.
1971 : Sekolah Dasar Negeri, Padang, Indonesia.

Pengalaman Kerja:
- Sejak 1 Desember 1993 sampai sekarang bekerja sebagai staff keuangan di Konsulat Agung Negara Brunei Darussalam, Jeddah, Kerajaan Arab Saudi.
- Musim Haji 1991 dan 1992 sebagai penterjemah di Kantor Bidang Urusan Haji, Konsulat Jenderal Republik Indonesia. Jeddah, Kerajaan Arab Saudi.

Pengalaman Organisasi:
2005 : Menghadiri International Seminar of Aisyiah, Malang, Indonesia.
2002 : Menghadiri Kongres International Moslem Women Union (IMWU) Jakarta, Indonesia.
1999 : Anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) untuk Wilayah Barat Saudi Arabia yang berkedudukan di Jeddah.
1997 : Menghadiri Silaknas (Silaturahmi Kerja Nasional) Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia, Bogor, Indonesia.
1992 : sampai sekarang pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Orwil Timur Tengah. Saat ini duduk sebagai anggota Dewan Pakar.
1992 : sampai sekarang mendirikan sekaligus Pimpinan Taman Pendidikan Al-Qur’an dan Bahasa Arab “Darul ‘Ulum”, Jeddah, Kerajaan Arab Saudi.
1988 : Mendirikan dan Ketua Persatuan Mahasiswi Indonesia (WIHDAH) Kairo, Mesir, periode 1988-1989.

(http://dikbudcairo.org/?pilih=lihat&id=122)

Wednesday, September 20, 2006

Bagaimana Menyambut Bulan Ramadhan

Rating:★★★★★
Category:Other
Abu Mush'ab Riyadh bin Abdur Rahman al Haqiil


Segala puji bagi Allah semata, shalawat serta salam semoga terlimpah kepada Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam beserta seluruh keluarga dan sahabatnya.

Akan Datang Tamu Tercinta !

Saudaraku muslim dan muslimah!

Bagaimanakah perasaan anda jika ada seorang tamu yang anda cintai dan rindukan memberitahu, bahwa ia akan datang dan tinggal bersama anda selama beberapa hari, apa yang akan anda lakukan?

Tidak diragukan lagi, anda akan senang dan berbahagia, kemudian anda akan bersiap-siap menyambut kunjungan itu dan sedapat mungkin anda akan merapikan diri, membersihkan rumah dan menyiapkan acara-acara yang menarik dalam rangka kunjungan itu. Bukankah demikian ? Jawabannya adalah, "Tentu !"

Wahai saudaraku, bagaimana jika tamu itu bukan saja anda cintai, akan tetapi juga dicintai Allah, Rasul-Nya dan seluruh kaum muslimin? Bagaimana jika tamu ini selama tinggal bersama kita antara siang dan malam-nya membawa kebaikan dan keberkahan?

Tamu yang dimaksud itu tidak lain adalah Ramadhan, bulan yang mulia, bulan Al-Qur'an, bulan shiyam, bulan bertahajjud dan qiyamullail, bulan kesabaran dan takwa, bulan kasih sayang, ampunan dan terbebasnya hamba dari api neraka, bulan yang terdapat di dalamnya suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan di mana syetan dibelenggu, pintu neraka ditutup dan pintu syurga dibuka.

Bulan di mana amal kebaikan dilipatgandakan dan penuh berkah dalam ketaatan, bulan pahala dan keutamaan yang agung. Maka seyogyanya setiap yang mengetahui sifat-sifat tamu ini untuk menyambutnya sebaik mungkin, mempersiapkan berbagai amal kebajikan agar memperoleh keberuntungan yang besar dan tidak berpisah dengan bulan itu, kecuali ia telah menyucikan ruh dan jiwanya. Allah Ta'ala berfirman, artinya,

"Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu" (Asy-Syam: 9).

Pendahulu umat ini telah memahami betapa tinggi nilai tamu tersebut. Oleh karena itu, diriwayatkan, bahwa mereka berdo’a kepada Allah agar dipertemukan kembali dengan Ramadhan sejak enam bulan sebelumnya, dan apabila mereka mengakhirinya, mereka menangis dan berdo'a kepada Allah agar amal mereka pada bulan-bulan yang lain diterima, demikian seperti dinukil Ibnu Rajab rahimahullah.

Bagaimana Umat Islam Pada Umumnya Menyambut Bulan Ramadhan

Allah Ta'ala berfirman,artinya,

"Dan jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah". (Al-An'am:116).

Saudaraku yang mulia!

Kalau kita perhatikan kondisi umat Islam, maka kita akan mendapatkan keanekaragaman cara di kalangan umat Islam dalam menyambut bulan Ramadhan, yang rata-rata menyimpang dari apa yang disyari'atkan Allah. Di antara mereka ada yang menyambutnya dengan pesta, pawai-pawai, lagu-lagu atau nyanyian bermusik. Di antara mereka ada yang menyambutnya dengan mempersiapkan acara bega-dang disertai pemutaran film-film atau drama yang di dalamnya terdapat tabarruj (pamer aurat) dan perbuatan-perbuatan maksiat. Di antara mereka ada yang menyambutnya dengan pertemuan-pertemuan bersama para musisi dan artis kemudian menayangkan apa yang mereka lakukan dalam menyambut bulan kebaikan dan berkah ini. Di antara mereka ada yang menyambutnya dengan mempersiapkan berbagai acara lomba Ramadhan atau acara-acara lainnya yang mengesampingkan amal-amal ketaatan.

Padahal demi Allah, seharusnya tidaklah demikian, tidaklah menyambut Ramadhan itu dengan perbuatan maksiat, haram dan mendurhakai Penguasa semesta alam; benarlah sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam yang artinya,

"Berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan bagian apa-apa dari puasanya, kecuali lapar dan dahaga". (HR. Ahmad dan terdapat dalam Shahih Al Jami' No. 3490).

Ada juga di antara mereka yang menyambutnya dengan pergi ke pasar dan berdesak-desakan di dalamnya, mereka membeli berbagai jenis makanan dan minuman, seolah-olah Ramadhan itu bulan makanan dan minuman, bulan tidur di siang hari dan begadang dengan berbagai maksiat pada malam hari. Padahal seharusnya Ramadhan disambut dengan taubat, beramal shalih dan bersyukur kepada Allah dengan hati, lisan dan amal perbuatan.

Kepada mereka kami sampaikan sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam yang artinya:
"Sejahat-jahat umatku adalah mereka yang melahap segala kenikmatan dan memakan berbagai makanan". (Hadits ini dihasankan oleh Al-Albani di dalam Shahih Al Jami' No.3599).

Demikian banyak corak dan cara baru (bid'ah) yang dilakukan umat Islam dalam menyambut bulan Ramadhan, yang semuanya menyimpang dari petunjuk Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam. Padahal Allah Subhannahu wa Ta'ala telah berfirman yang artinya,
"Katakanlah (wahai Muhammad) sesungguhnya petunjuk Allah-lah sebenar-benar petunjuk". (Al-Baqarah: 120).

Dan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam juga bersabda yang artinya, "Dan setiap hal yang baru (dalam agama) itu bid'ah, dan setiap bid'ah itu sesat, dan setiap kesesatan itu tempatnya dalam neraka". (Hadits shahih).

Bagaimana Kita Menyambut Bulan Ramadhan

Untuk menyambut bulan yang mulia ini, kami ringkaskan beberapa point penting sebagaimana berikut:

Berdo'a, semoga Allah memperpanjang umur kita sampai pada bulan Ramadhan, seperti yang dilakukan oleh sebagian kaum salaf, begitu pula memohon kepada Allah pertolongan dan kekuatan dalam menunaikan shaum, qiyamullail dan beramal shalih di dalamnya. Allah Ta'ala berfirman, artinya,

"Hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kami minta pertolongan". (Al-Fatihah:5)

Kebersihan dan kesucian, maksudnya adalah kebersihan ma'nawi yaitu taubat yang tulus dan sebenar-benarnya dari segala dosa dan maksiat. Bagaimana mungkin seseorang menunaikan shaum sedangkan dia berbuka dengan sesuatu yang haram, atau meninggalkan shalat, atau durhaka kepada kedua orang tua, sehingga Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam melaknat dan malaikat Jibril pun mengamininya?

Wahai saudaraku yang saya cintai!

Bagaimana anda menginginkan shaum yang diterima dan bermanfaat, sedangkan anda berada dalam keadaan melakukan dosa ini dan itu?
Belumkah anda mendengar sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam yang artinya,

"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak membutuhkan puasanya dari makan dan minum". (HR. Al Bukhari).

"Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan bagian apa-apa dari puasanya, kecuali lapar dan dahaga". (Shahih Al Jami').

Maka Bertaubatlah dengan taubat yang tulus dan sebenar-benar taubat, sebab pintu taubat masih terbuka. Dan taubat itu bukan sekedar meninggalkan perbuatan dosa, akan tetapi dengan mengembalikan hati dan hawa nafsu kepada Dzat Yang Maha Mengetahui alam ghaib, "Maka kembalilah kepada Allah". (Adz-Dzariat:50).

Di antara persiapan jiwa dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, hendaknya anda dengan sepenuh hati melakukan shaum sebaik-baiknya dan beramal shalih pada bulan Sya'ban. Sebab pada bulan Sya'ban ini segala amal perbuatan diangkat kepada Allah, sebagaimana sabda Rasululah Shalallaahu alaihi wasalam yang diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid.

"Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam melakukan shaum sepanjang bulan Sya'ban atau melakukan shaum pada bulan itu kecuali beberapa hari saja beliau tidak melakukannya". (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Di antara masalah penting lainnya adalah bertafaqquh (memahami) hukum-hukum shaum dan mengenal petunjuk Nabi Shalallaahu alaihi wasalam sebelum memasuki shaum; mempelajari syarat-syarat shaum, syarat sahnya, yang membatalkannya, hukum shaum pada hari yang diragukan, apa yang boleh, wajib atau haram dilakukan oleh seseorang yang sedang melakukan shaum, apa etika dan sunnah-sunnahnya, hukum-hukum qiyamullail, berapa bilangan raka'atnya, hukum-hukum shaum bagi yang berhalangan baik karena safar (bepergian) atau sakit, hukum zakat fitrah dan lain sebagainya.

Begitu pula mengenai petunjuk Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dalam bulan Ramadhan yang bertalian dengan diri beliau, shaumnya, qiyamullailnya, kemurahan hatinya, pemeliharaan dirinya serta keteladanan beliau dalam bertadarrus Al-Qur'an, juga yang berkaitan dengan keluarga dan umatnya. Sebab segala sesuatu harus didahului dengan ilmu dan pemahaman sebelum mengamalkannya.

Mempersiapkan acara-acara menyambut "tamu agung", di antara-nya dengan membaca Al Qur'an, mempelajarinya kemudian menghafalnya, qiyamullail, memberi ifthar (buka puasa) kepada orang-orang yang berpuasa, melakukan umrah, i'tikaf, dan berlomba dalam kebaikan dengan semangat fastabiqul khairat, shadaqah, dzikir, penyucian jiwa dan lain sebagainya.

Saudaraku seiman yang saya cintai!

Demikianlah ringkasan bagaimana kita menyambut bulan Ramadhan yang dapat kami kemukakan. Kita berdo'a semoga Allah berkenan memberi taufiq dan hidayahNya kepada kita agar dapat beramal shalih pada bulan Ramadhan.

"Ya Allah, pertemukan kami dengan bulan Ramadhan dan berilah kami pertolongan untuk dapat menunaikan shiyam, qiyam, dan amal shalih di bulan Ramadhan dan di bulan-bulan lainnya. Teguhkanlah kami pada ketaatan sampai kami menemuiMu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan segala do'a". Amin.

Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya.


Tuesday, September 19, 2006

Istriku....

Ya ukhti.....
Aku memang bukan dewa
yang sanggup terbang keangkasa
Tuk memetik sebutir bintang
sebagai penghias bibirmu

Namun, kubisa mengutip tiap tetes embun
yang bergayut dipincuk daun
Tuk kau reguk setiap pagi

Aku bukan pelakon
Yang sanggup membuatmu hanyut
dalam gelak tawa

Namun,kubisa membuatmu tersenyum bahagia
Dengan kisah para anbiya

Aku bukan pujanga
Yang sanggup membuat jiwamu melayang
keangkasa dalam tebaran kata
Namun kubisa menjadikan hatimu basah
Dalam lantunan firman Allah

Aku bukan pangeran
Yang kan menjumpaimu
dengan kereta kencana
ditarik banyak kuda

Namun kupunya bahtera cinta
Tuk membawamu menuju pulau bahagia
Bersama kita kan berjuang di jalan dakwah
demi meraih ridha dan syurga-Nya

Terima kasih telah memilihku
sebagai pendamping hidupmu...istriku :)






Indra & Nina, Bandung 9 September 2006





Terlabuhkan sudah lelah ini
Tersandarkan sudah rindu hati
Terima kasih ya Rabbi atas pernikahan ini

Belahan jiwa lelah ku nanti telah kujumpai
Belahan jadi bagian diri

Syukurku terucap dari relung hati
Doaku mengalun sepenuh jiwa
Dan dua hati menyatu kini

Janji telah terucapkan bersama arungi hari
Rindu tuk berbagi doa segera terjalani
Rindu tuk berbagi asa segera terjalani

Hari-hari menghembus samudra berlayar di jalanMu
Ya Allah bimbinglah kami selalu


[Seismic - Terlabuhkan]



Photograph by Dodo (Nikon D100) & Arab (Nikon D70) : 0815-991-5147

Sunday, September 3, 2006

Saya (akan) berlabuh :)


Assalamu'alaikum,


Alhamdulillah,
segala puji bagi-Nya yang telah memberikan begitu banyak nikmat-Nya
kepada saya dan kita semua. Seandainya semua pohon di muka bumi ini
menjadi kuas dan lautan menjadi tinta, niscaya tak akan tergambarkan
dan tak terhitung berapa banyak karunia-Nya yang dicurahkan kepada
ummat manusia.

Salah satu karunia-Nya yang akan diberikan ke
saya adalah dengan dikirimkan seseorang bidadari dunia yang akan
menjadi tempat saya berlabuh dan menemani hari-hari saya untuk mencari
ridha-Nya. Berjuang untuk-Nya, berdakwah dijalan-Nya dan berikhtiar
demi menggapai surga-Nya. Tak henti-hentinya saya bertahmid atas
kemudahan yang diberikan-Nya. Rasanya semua ini bagaikan mimpi atau
bagaikan cerita di sinetron, mungkin juga bagaikan cerita-cerita di
novel.

Semua terasa begitu indah, seindah proses pertemuan
kami yang mungkin diluar kebiasaan saya dahulu. Sebuah proses tanpa
ikatan yang dinamakan pacaran. Proses yang insya Allah diridhai-Nya.
Proses berjalan dengan indah, tenang, nyaman dan tanpa menunggu terlalu
lama, maka niat untuk menyempurnakan setengah agama pun tumbuh dan
berkembang menjadi suatu keyakinan yang kuat dan mampu mengalahkan
segala pemikiran-pemikiran pesimis dan segala ketidakyakinan.

Lagi
pula bukankah Dia telah berjanji akan membuat hamba-Nya menjadi kaya
dengan menikah [QS. An-Nur : 32]. Dan juga Allah tidaklah membebani
seseorang, melainkan sesuai dengan kesanggupannya [QS : Al-Baqarah :
286]. Lalu apalagi yang harus saya tunggu untuk bisa berlabuh di
pelabuhan suci ?. Ya, saya akan berlabuh.

Maka, dengan Bismillah
saya bulatkan tekad dan mengundang antum sekalian untuk menghadiri
proses akad nikah saya dengan seorang bidadari pilihan-Nya. Seandainya
pun berhalangan, sudilah kiranya untuk mendoakan agar saya dan calon
mujahidah saya dapat membentuk keluarga sakinah, mawaddah, warrahmah
demi menggapai jannah-Nya. Semoga kita semua pun mendapat ridha-Nya.
Amin. :)


(Klik untuk perbesar gambar)

Wassalamu'alaikum